Suara.com - Penjualan parasetamol atau paracetamol di supermarket rencananya akan dikurangi dan dibatasi. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi cedera dan kematian akibat overdosis.
Rekomendasi tersebut dimuat dalam laporan ahli independen yang diterbitkan oleh regulator obat Australia, Therapeutic Goods Administration. Laporan tersebut menemukan tingkat overdosis parasetamol (paracetamol) yang disengaja paling tinggi di kalangan remaja dan dewasa muda, dan lebih sering terjadi pada perempuan dan anak perempuan.
Tingkat kelangsungan hidup setelah overdosis parasetamol sangat baik, tetapi hanya ketika mendapat perawatan selama kurang dari enam jam. Jika tidak, ada risiko serius cedera hati dan terkadang kematian.
Laporan tersebut menemukan bahwa pengobatan kondisi overdosis lebih menantang, saat seorang mengonsumsi setelah menelan parasetamol lepas termodifikasi dibandingkan dengan parasetamol pelepasan segera. Tablet pelepas yang termodikfikasi mengandung dosis yang lebih tinggi yang dilepaskan ke dalam tubuh secara perlahan selama beberapa jam.
Oleh karena itu, laporan tersebut merekomendasikan agar parasetamol pelepas yang dimodifikasi, yang saat ini tersedia tanpa resep, hanya bisa dibeli dengan resep. Parasetamol (paracetamol) pelepas yang dimodifikasi telah sepenuhnya dilarang untuk penjualan umum di Eropa karena risiko cedera hati dan kematian.
“Di Australia, paket parasetamol dalam jumlah tak terbatas dapat dibeli tanpa resep di apotek atau supermarket, dengan masing-masing 96 atau 100 paket tablet dan 20 paket tablet, menjadi yang paling umum dibeli melalui saluran ini,” kata laporan itu.
Overdosis parasetamol berkontribusi antara 40 dan 50 kematian di Australia setiap tahun. Sekitar setengahnya disebabkan oleh gagal hati; sisanya kemungkinan kasus di mana parasetamol tertelan tetapi zat lain yang tertelan berkontribusi sebagian besar atau seluruhnya terhadap kematian.
Meskipun angka rawat inap dan kematian tidak meningkat dalam beberapa tahun terakhir, laporan itu mengatakan, ”Ada peningkatan penyalahgunaan yang mengkhawatirkan di masyarakat.”
"Keracunan diri yang disengaja menyumbang sebagian besar penerimaan keracunan [rumah sakit] pada mereka yang berusia di atas 10 tahun," katanya.
Baca Juga: Boleh Enggak Sih Minum Antibiotik dan Parasetamol Bersamaan?
“Peningkatan paling mencolok pada mereka yang berusia antara 10 dan 24 tahun, dan untuk perempuan, yang menyumbang dua pertiga dari penerimaan. Keracunan parasetamol … khususnya keracunan yang disengaja, 2 hingga 3 kali lipat lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dengan peningkatan signifikan pada kejadian yang melibatkan remaja putri pada 2019-2021. Keracunan yang disengaja sekarang hampir dua kali lebih umum daripada keracunan yang tidak disengaja.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya