Suara.com - Penyakit saat lanjut usia (lansia) sering kali tidak cukup hanya ditangani oleh satu dokter. Sebab gejala sakit yang dikeluhkan lansia juga biasanya beragam diberbagai organ.
Untuk mendorong masyarakat bisa menjadi lansia yang produktif, RSU Bunda Jakarta luncurkan klinik geriatri khusus untuk perawatan pasien lansia.
Direktur RSU Bunda Jakarta dr. Amiruddin Hamigu, MM. MARS., mengungkapkan bahwa jumlah pasien lansia selama pandemi memang meningkat. Menurutnya, hal itu juga bisa jadi dipicu karena penundaan datang ke rumah sakit selama awal pandemi.
"Memang meningkat signifikan pasca pandemi jumlah pasien geriatri yang konsultasi. Mungkin sekitar hampir 10-12 persen," kata dokter Amir saat soft launching klinik geriatri RSU Bunda Jakarta, baru-baru ini.
Ia menambahkan, rata-rata pasien lansia itu datang ke dokter karena keluhan tidak nafsu makan, nyeri pada bagian tubuh tertentu, maupun lainnya. Tetapi setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata terdapat beberapa penyakit yang mendasari kondisi tersebut.
Bila sudah seperti itu, perlu beberapa dokter dengan bidang spesialis berbeda untuk menanganinya. Untuk itu, klinik geriatri tersebut dibuat dengan dilengkapi enam layanan dokter spesialis.
"Ada enam bidang kedokteran, mulai dari penyakit dalam yang menjadi dasar penyakir, dokter syaraf, ahli gizi. Kita sertakan juga KFR untuk rehabilitas, misalnya karena gangguan gerak, sakit lutut. Kemudian juga dokter kejiwaan, psikolog dan psikiater. Dan anestesi untuk konsultan nyeri," tuturnya.
Meski kebutuhannya tinggi, Direktur medis PT BMHS Tbk. dr. Ivonne Rampun MM., mengungkapkan kalau mengadakan klinik geriatri tersebut memang tidak mudah. Sebab, perlu integrasi dari berbagai bidang spesialisasi dokter.
Tetapi di sisi lain, usia harapan hidup masyarakat Indonesia dikatakan sudah lebih lama. Sehingga layanan khusus geriatri tersebut dirasa perlu.
"Kita lihat sekarang, mungkin karena banyak hal baru juga, jadi kita sudah mendekati umur manusia jadi lebih panjang. Sekarang geriatri sudah jadi concern. Tapi, tantangannya di RSU Bunda medik untuk kembangkan layanan yg sepertinya belum terpikirkan oleh rumah sakit lain karena memang gak mudah. Karena bukan cuma 1 atau 2 dokter, tapi itu kolaborasi sekian banyak dokter. Tapi kita tetap harus berkualitas," tuturnya.
Mengikuti definisi lansia dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), klinik geriatri tersebut khusus untuk pasien usia 60 tahun ke atas. Untuk pelayanan tersebut pasien bisa memanfaatkan dengan menggunakan BPJS kesehatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa