Suara.com - Demam termasuk gejala sakit tersering yang terjadi pada anak. Keinaikan suhu badan itu juga sebenarnya menjadi tanda bahwa sistem tubuh anak sedang berperang melawan patogen yang masuk.
Anak bisa dikatakan demam saat suhu tubuhnya di atas 37 derajat celsius. Meski khawatir, orang tua sebenarnya tidak harus langsung memberikan anak obat penurun panas. Penanganan juga sebenarnya bisa dilakukan dengan pengobatan herbal.
"Tapi herbal kalau untuk turunkan panas tinggi memang tidak bisa cepat. Cara kerja herbal tidak bisa instan seperti obat paracetamol, karena konsentrasi zatnya tidak tinggi. Tetapi pemakaian selama 2 sampai 3 hari sudah membawa hasil yang cukup baik," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Trasisional dan Jamu Indonesia dr. Inggrid Tania, MSi., kepada suara.com, Rabu (19/10/3022).
Dokter Inggrid menambahkan, orang tua juga tidak perlu panik saat anak panas tinggi. Selama tidak mengalami kejang, maka kondisi demam masih normal dan menjadi respon alami dari tubuh.
"Demam tidak menimbulkan kejang itu tidak berbahaya. Itu tanda kalau anak sistem imunnya berperang melawan mikroba yang masuk ke tubuh. Kita tidak perlu ngotot untuk menurunkan panasnya jadi tidak demam sama sekali," tuturnya.
Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tujuan utama pemberian obat saat anak demam sebenarnya agar si buah hati merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.
Saat anak mengalami demam, orang tua harus memperhatikan aktivitas anaknya secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, dan perhatikan buang air kecil anaknya setiap 3-4 jam.
Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, segera bawa anak ke dokter. Pada anak sedang tertidur lelap, sebaiknya orangtua juga tidak membangunkannya hanya untuk memberi obat penurun panas.
Baca Juga: 6 Obat Ini Jadi Andalan Masyarakat Saat Darurat, Kemenkes Larang Obat Sirup Dijual di Apotik
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance