Suara.com - Pada umumnya, masyarakat memilih mengonsumsi produk penambah tenaga atau energy booster seperti kafein ketika stamina tidak prima. Akan tetapi, menggunakan kafein secara berlebihan dan dalam jangka panjang berakibat buruk terhadap kesehatan, mengingat ginjal dan jantung diforsir bekerja lebih keras.
Dokter spesialis gizi klinik di Nutrif Clinic & Nutrif Farma di Bandung, dr. L. Arif Firiandri Yulius, Sp.GK, AIFO-K, juga mengatakan jika banyak masyarakat yang juga tidak kuat ketika mengonsumsi kafein. Sebaiknya menghindari asupan tersebut karena berisiko terkena penyakit jantung.
"Jika memiliki sakit lambung, memerlukan kehati-hatian dalam konsumsi kafein karena dapat memicu sakit lambung, sehingga proses pencernaan akan terganggu. Selain itu, minuman yang mengandung kafein biasanya juga mengandung tanin yang mengganggu penyerapan zat besi," ujar dr. Arif dalam siaran pers yang Suara.com terima Kamis (1/12/2022).
Inilah yang membuat PT Novell Pharmaceutical Laboratories meluncurkan kopi serbuk siap seduh dengan kandungan gizi lengkap dan bermanfaat bagi tubuh. Nutrafor Gold Coffee mengandung siberian ginseng dan komposisi lengkap seperti siberian ginseng, Omega 3, vitamin B kompleks, zinc, dan kalsium.
Menurut dr. Arif, siberian ginseng bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung elemen-elemen yang bertindak sebagai antiperadangan, antitumor, antikanker, menjaga kesehatan liver, memperkuat sistem imun, melindungi sistem saraf, menangkal radikal bebas, serta menstabilkan gula darah.
Ia juga menambahkan bahwa Omega 3 berperan menjaga kesehatan jantung, sistem saraf, kesehatan mata, dan memiliki kandungan antiperadangan. Beragam multivitamin turut menunjang kesehatan organ dan metabolisme.
Selain itu, dr. Arif juga memaparkan beberapa strategi yang bisa dicoba meningkatkan stamina tanpa mengonsumsi kafein maupun energy booster lainnya. Di mana Anda hanya perlu memenuhi kebutuhan multivitamin maupun mineral dengan agar tubuh tetap bugar, memulihkan stamina, dan kesehatan terjaga.
Kiat-kiat lainnya adalah makan gizi seimbang; meminum paling sedikit dua liter air; manajemen stres; tidur cukup dari tujuh hingga delapan jam setiap hari; olahraga teratur satu jam sehari, tiga hingga empat kali seminggu; dan jauhi alkohol berlebihan dan rokok.
Baca Juga: PLN Dukung MKI Sinergikan para Pemangku Kepentingan untuk Percepat Transisi Energi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker