Suara.com - Masyarakat kerap mengenal istilah penyakit gula basah dan gula kering. Benarkah ada jenis diabetes seperti itu? Yuk tanya dokter untuk tahu jawabannya
Diabetes melitus sering disebut juga penyakit gula darah tinggi. Secara medis, jenis penyakit diabetes sebenarnya dibagi menjadi empat. Di antaranya, diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional atau pada ibu hamil, dan diabetes lainnya.
Pada artikel Tanya Dokter kali ini akan dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Jantung Binawaluyadr. Ni Nengah Aryanti Dewi, Sp.PD., sebagai berikut.
Apa bedanya diabetes gula basah dengan gula kering, dok?
Istilah gula basah dan gula kering sebenarnya tidak ada di kami (dokter) secara medis, hanya ada empat jenis diabetes itu. Keempat jenis tersebut bisa mengalami diabetes basah dan kering.
Yang dimaksud oleh orang awam dengan diabetes basah itu sebenarnya berkomplikasi. Gula basah identik dengan komplikasi luka. Kalau gula kering belum komplikasi. Karena memang saat seseorang menderita diabetes, rentan alami luka dan gula darah yang tinggi akan membuat luka jadi susah sembuh.
Apa penyebab diabetes bisa sampai gula basah, dok?
Kalau gula darah pasien diabetes sudah sampai di atas 200, dia tidak hanya ada di dalam darah tapi sudah menggerogoti saraf. Yang paling sering terkena pada saraf kaki, jadi terasa kebas atau kesemutan.
Kaki kan digunakan untuk menginjak, berjalan, saat injak sesuatu tidak terasa. Saat sudah borok baru terasa. Jadi pertama kebas, tak terasa, saat luka tidak sadar. Makanya pasien diabetes disarankan untuk pakai kaus kaki.
Baca Juga: 7 Ide Menu Sarapan untuk Penderita Diabetes, Kadar Gula Darah Tetap Aman
Kenapa pasien diabetes bila alami luka jadi susah sembuh?
Karena jaringannya sudah mati. Kalau area luka dibiarkan bisa jadi sumber infeksi, maka tak jarang harus dipotong. Itu kenapa ada pendapat 'mending gula kering daripada gula basah'. Tapi sebenarnya ya lebih baik tidak diabetes.
Orang yang awalnya diabetes kering lama-lama juga bisa jadi gula basah kalau kadar gula darah tidak terkontrol, terjadi luka, dan tidak sembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung