Suara.com - Beberapa waktu lalu, Ashanty harus dilarikan ke rumah sakit sebab kondisi kesehatannya yang menurun. Melalui Instagram story pribadinya, Sabtu (11/2/2023), Ashanty menuliskan informasi dirinya yang sedang mengalami sakit sinusitis.
"Aku kena sinusitis akut. Jadi itu menyumbat saluran pernapasan dan nggak bisa rasain makanan dan lain-lain," ungkap Ashanty.
Dalam pemeriksaan, diketahui bagian pipi, hidung, dan dahi Ashanty dipenuhi oleh cairan. Kondisi itu membuatnya merasa tidak nyaman hingga alami gejala-gejala seperti pilek, sesak napas, batuk, dan lain-lain.
Ashanty mengaku, gejala tersebut sudah dialaminya sejak dua minggu terakhir. Setelah melakukan pengecekan, rupanya istri Anang Hermansyah ini mengalami sinusitis.
"Sudah dua minggu flu, batuk, sakit kepala, sesak, hilang penciuman dan hilang rasa," terang Ashanty.
Mengutip SehatQ, sinusitis akut terjadi karena adanya peradangan pada lapisan sinus dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat lendir menumpuk sehingga penderita sulit bernapas melalui hidung.
Gejala
Biasanya, orang yang mengalami sinusitis akut akan merasakan berbagai gejala atau perasaan tidak nyaman. Beberapa gejala tersebut di antaranya.
- Adanya lendir (ingus) kental dan berwarna kuning atau kehijauan yang dapat mengalir ke bagian belakang tenggorokan (postnasal drip).
- Sulit bernapas karena hidung tersumbat.
- Rasa nyeri dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi yang makin terasa saat membungkuk.
- Merasa tidak nyaman serta telinga seperti tersumbat.
- Sakit kepala.
- Sakit pada rahang atas dan gigi.
- Penurunan indra penciuman dan perasa.
- Sering alambatuk yang memburuk pada malam hari.
- Mudah lelah.
- Merasa demam.
- Bau napas.
Penyebab
Sinusitis dapat terjadi ketika sinus tidak dapat membersihkan zat asing yang masuk. Hal tersebut membuat rongga hidung meradang sehingga muncul berbagai gejala yang dialami. Tidak hanya itu, penyebab lain seseorang alami sinusitis karena beberapa hal berikut.
- Infeksi virus influenza, parainfluenza, dan rhinovirus.
- Infeksi bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.
- Adanya alergi seperti rhinitis alergi atau hay fever.
- Mengalami polip hidung atau kondisi tumor lainnya.
- Kelainan pada septum hidung, di mana lubang hidung lebih besar sebelah (deviasi septum).
- Adenoid, yaitu tumbuhnya jaringan kecil pada bagian belakang saluran hidung.
- Fibrosis kistik, yaitu kondisi penyakit keturunan yang menyebabkan lendir kental dan lengket menumpuk.
- Adanya infeksi pada gigi sehingga bakteri menyebar ke sinus.
- Infeksi jamur yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Kekebalan tubuh melemah itu bisa terjadi karena HIV/AIDS, diabetes melitus, pengobatan tumor, atau konsumsi obat penyakit artritis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya