Suara.com - Pandemi Covid-19 membuka mata dunia terhadap risiko wabah akibat penyakit menular. Untuk mengantisipasi tidak lagi terjadi wabah di masa depan, persiapan perlu dilakukan sejak sekarang.
Inilah yang menjadi alasan tiga perusahaan farmasi besar yakni AstraZeneca, Shenzhen Kangtai Biological Products (BioKangtai), dan Combiphar Group memulai kerja sama dalam pengembangan vaksin di Indonesia, dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU).
Inisiatif ini mengikuti Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali dan Pernyataan Bersama antara Indonesia dan Tiongkok pada November tahun lalu untuk mendorong kerja sama bilateral yang lebih kuat dalam penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin untuk mendukung Indonesia dalam upayanya membangun pusat vaksin regional.
Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengidentifikasi produk vaksin yang dapat melengkapi rencana imunisasi nasional Indonesia dan dapat dikembangkan, diproduksi, dan diterapkan di Indonesia. Lingkup kerja sama di masa depan mencakup imunisasi terhadap COVID-19 serta penyakit menular lainnya.
Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Indonesia, dalam acara Penandatanganan MOU, yang berlangsung pada tanggal 29 Maret di Boao Forum for Asia (BFA) di Hainan, Tiongkok, mengatakan inisiatif kolaborasi pengembangan vaksin dan obat merupakan tindak lanjut dari pertemuan G20 pada November 2022 lalu di Bali.
“Pada pertemuan Pemimpin G20 Bali pada bulan November yang lalu, Indonesia, Tiongkok, dan negara-negara G20 lainnya telah berkomitmen untuk memperkuat arsitektur kesehatan global dalam pemulihan dari pandemi COVID-19. Hari ini, nota kesepahaman antara AstraZeneca, BioKangtai dan Combiphar, adalah bukti dari komitmen bersama kita untuk membangun dunia yang lebih tangguh. Mari kita lanjutkan dan dukung perjalanan ini bersama dalam upaya kolaboratif,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Sementara itu, Sewhan Chon, Presiden Direktur PT AstraZeneca Indonesia mengatakan bangga memberikan dukungan terhadap upaya Indonesia untuk membangun pusat vaksin regional untuk memerangi Covid-19 dan penyakit menular lainnya.
"Tujuan kami adalah untuk memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia dalam hal pengembangan, produksi, dan akses terhadap obat-obatan untuk mendukung kesehatan dan kemakmuran rakyat Indonesia," terannnya.
Di kesempatan yang sama, Lim Soeyantho, Deputi Presiden Direktur Combiphar Group, merasa terhormat bisa terlibat dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia.
Baca Juga: Pemukiman Warga di Asahan Diserang Ulat Bulu, Warga Keluhkan Gatal hingga Muncul Bintik Merah
"Melalui kerja sama kami dengan AstraZeneca dan BioKangtai, kami yakin dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam misinya untuk menyediakan perawatan kesehatan yang mudah diakses dan efektif untuk semua masyarakat Indonesia," tuturnya.
Terakhir, Xiang Miao, Presiden BioKangtai mengatakan upaya bersama ini sudah diawali dengan kerja sama pengiriman vaksin AstraZeneca ke Indonesia.
"Kami menantikan untuk dapat menjalin kolaborasi baru dari penandatanganan hari ini, dan kami akan terus memperdalam kerja sama dengan mitra baru di seluruh dunia, bekerja sama untuk mengeksplorasi jalur kolaborasi ilmiah, komersial, dan produksi yang baru. Melalui upaya ini, kita dapat membangun sistem kesehatan masyarakat yang lebih adil dan tangguh secara global, dan lebih jauh lagi memberikan manfaat pada layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien