Suara.com - Kasus pasien obesitas dengan bobot lebih dari 200 kilogram yang meninggal dunia kembali dilaporkan oleh RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Apa penyebabnya?
Pasien obesitas bobot 200 kilogram asal Tangerang dan sempat dirujuk RSUD Kota Tangerang ini adalah Cipto Raharjo dinyatakan meninggal pada Rabu, 19 Juli 2023 pukul 02.32 WIB dini hari, setelah dirawat selama 9 hari oleh tim multidisiplin.
"Pasien tiba di RSCM tanggal 11 Juli 2023 dan setelah dilakukan triage kegawatdaruratan. Ditemukan komplikasi sehingga pasien membutuhkan perawatan dari profesi multi disiplin ilmu dan dilakukan perawatan lanjutan di ruang rawat inap Gedung A," terang rilis RSCM yang diterima suara.com, Kamis (20/7/2023).
Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama.
Adapun tim multi-disiplin tenaga medis yang merawat Cipto terdiri dari dokter ahli perawatan intensif yakni intensivis, pulmonologi atau dokter paru, kardiovaskular alias dokter jantung, pencernaan, syaraf, kulit, bedah pembuluh darah, gizi, rehabilitasi medik, dan didukung oleh perawat serta berbagai tenaga kesehatan lainnya.
"Pada hari Rabu tanggal 19 Juli 2023 pasien atas nama CR dinyatakan telah meninggal dunia sekitar pukul 02.32 WIB dikarenakan gagal nafas," terang RSCM.
Adapun pemulasaran atau pemandian jenazah dilakukan di RSCM, dijalankan secara muslim. Sedangkan untuk pemakaman dilakukan pihak keluarga, setelah sebelumnya diantar pihak RSCM hingga mobil jenazah dari keluarga pasien.
"Plt. Direktur Utama dan Jajaran Direksi RSCM, tim dokter dan tim nakes yang telah berusaha optimal, turut mengucapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pasien CR," tutup rilis RSCM itu.
Ini bukan pertama kalinya RSCM menangani pasien obesitas dengan bobot ratusan kilogram dari berbagai daerah sebagai rumah sakit nasional milik Kementerian Kesehatan. Contohnya beberapa waktu lalu, Indonesia juga sempat dihebohkan dengan berita dramatis proses evakuasi Muhammad Fajri, lelaki 27 tahun yang punya bobot 300 kilogram.
Baca Juga: 6 Penyebab Obesitas pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!
Saat itu proses pemindahan Fajri dari rumahnya terbilang dramatis sampai harus membobol pintu rumah, karena perlu dievakuasi dengan bantuan kendaraan berat yakni forklif untuk dibawa ke RSUD Tangerang, meski akhirnya kembali dirujuk ke RSCM untuk dapat perawatan maksimal.
Namun setelah 14 hari dirawat, perjuangan Fajri terhenti karena meninggal pada 22 Juni 2023 akibat gagal napas dan komplikasi.
Sementara itu, data Kemenkes menemukan angka obesitas di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, dari 2007 yang hanya 18,8 persen, bertambah di 2013 dengan 26,6 persen, dan 2018 menjadi 31,0 persen.
Kondisi di Indonesia ini selaras dengan keadaan di dunia, data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO di 2016 menunjukan obesitas meningkat tiga kali lipat sejak 40 tahun terakhir.
Lebih dari 1,9 miliar atau 39 persen orang usia 18 tahun ke atas di dunia mengalami berat badan berlebih atau overweight. Lalu 650 juta atau 13 persen mengalami obesitas.
Sehingga 11 persen lelaki dewasa dan 15 persen perempuan dewasa di seluruh dunia dipastikan mengalami obesitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal