Suara.com - Beberapa waktu belakangan sempat tersebar luas hoaks bahaya air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang. Kabar tidak benar itu menyebut bahwa kandungan BPA pada AMDK bisa memicu masalah kandungan.
Namun, nyatanya masyarakat tidak termakan dengan kabar bohong yang dilontarkan tersebut. Seperti Rina Destiana (28) yang mengaku telah mengonsumsi AMDK galon guna ulang sudah berpuluh-puluh tahun lalu.
Dia mengungkapkan kalau selama itu pula hingga kini, dirinya dan keluarga tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apapun, apalagi kehamilan.
"Enggak percaya (air galon guna ulang sebabkan kemandulan) buktinya saya hamil. Saya sih berpikir hoaks aja sih itu," kata wanita yang sedang mengandung anak pertama ini di Jakarta.
Dia mengungkapkan, keluarganya biasa menghabiskan 2 galon setiap minggu. Dia melanjutkan bahwa dalam setiap konsultasi ke dokter, tidak ditemukan masalah sekecil apapun pada bayinya. Menurutnya, isu galon guna ulang menyebabkan kemandulan sengaja dimunculkan untuk menjatuhkan produk tertentu.
Setali tiga uang, Gita Safitri (30) juga menegaskan ketidak percayaannya terhadap hoaks dampak kesehatan galon guna ulang. Karena dalam sepekan warga yang tinggal di Depok beserta keluarganya ini bisa menghabiskan 4 hingga 5 galon guna ulang.
"Nggak ada yang sakit ya, biasa aja kita. Dari dulu juga udah minum air galon, nggak ada apa-apa," kata ibu yang tengah mengandung anak kedua ini.
Air dalam galon guna ulang difitnahkan terkontaminasi Bisphenol a (BPA). Senyawa kimia itu biasa dipakai dalam kemasan pangan dalam batasan yang aman dan dalam pengawasan pemerintah. Belakangan, terkuak bahwa isu tersebut sengaja diluncurkan sebagai kampanye hitam atas dasar perebutan pasar AMDK.
Anggota Komisioner Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) Chandra Setiawan menilai bahwa perang label BPA di bisnis AMDK kental persaingan bisnis. Menurutnya, polemik kontaminasi dan pelabelan BPA dapat menimbulkan diskriminasi di dunia usaha.
"Sebab, 99 persen industri ini menggunakan galon tersebut (berbahan BPA) dan hanya segelintir yang menggunakan galon sekali pakai," katanya.
Pakar kesehatan reproduksi, dokter Mohammad Caesario membantah asumsi yang menyebutkan bahwa meminum air galon guna ulang dapat menyebabkan kemandulan. Dia menegaskan bahwa tidak ada korelasi meminum air galon dengan gangguan reproduksi manusia.
Dia menghimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan kabar yang menyebutkan bahwa meminum air galon berpotensi memicu infertilitas, mengurangi kualitas sperma, terganggunya libido dan kesulitan mengalami ejakulasi. Dia melanjutkan, air galon guan ulang sejak dulu hingga saat ini banyak sekali digunakan masyarakat global.
"Dari dulu kan kita juga research, kita butuh air kan untuk metabolisme tubuh kita," kata Mohammad Caesario.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi