Suara.com - Kabar mengejutkan disampaikan oleh Istana Buckingham mengenai kondisi kesehatan terkini Raja Charles III. Dikatakan bahwa raja Inggris yang baru 18 bulan bertakhta itu telah didiagnosis menderita kanker.
Melansir dari AP News, raja berusia 75 tahun itu baru-baru ini menjalani perawatan selama tiga malam di sebuah rumah sakit di London untuk pengobatan penyakit prostat jinaknya.
Diketahui, sang raja mengalami masalah pembesaran prostat yang dipicu oleh masalah usia.
Sempat diduga bahwa kanker yang diderita Raja Charles merupakan kanker prostat. Hal ini lantaran kanker tersebut tampaknya ditemukan saat ia menjalani prosedur perawatan terkait penyakit prostatnya itu.
Namun, pihak istana membantah dan menyebutkan bahwa kanker yang dialami raja tidak berkaitan dengan masalah tersebut.
“Tes diagnostik telah mengidentifikasi suatu bentuk kanker,” demikian pernyataan dari pihak istana.
Gara-gara penyakitnya itu, Raja Charles akan mulai menjalani pengobatan dan menunda tugas-tugasnya.
“Yang Mulia hari ini memulai jadwal perawatan rutin, dan selama itu beliau telah disarankan oleh dokter untuk menunda tugas-tugas yang berhubungan dengan publik. Sepanjang periode ini, Yang Mulia akan terus menjalankan urusan negara dan urusan resmi seperti biasa,” demikian pengumuman dari pihak istana yang disampaikan kepada publik.
Meski begitu, pihak istana juga menyebut bahwa raja tidak akan dirawat di rumah sakit selama menjalani pengobatan, melainkan akan dirawat sebagai pasien rawat jalan.
Ditambahkan pula bahwa selama menjalani pengobatan, raja akan tetap melanjutkan urusan negara, dan tidak akan menyerahkan peran konstitusionalnya sebagai kepala negara.
Berita Terkait
-
Raja Charles III Didiagnosis Kanker, Dobrak Tradisi Kerajaan dan Umumkan Kondisi Kesehatannya kepada Publik
-
Hari Kanker Sedunia: Ini Tantangan Besar yang Masih Terus Dihadapi Dalam Mengatasi Penyakit Kanker di Indonesia
-
Dampak Jangka Panjang Covid-19 Bisa Jadi Penyebab Kanker Paru-Paru? Begini Faktanya Kata Dokter
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh