Suara.com - Mendekati hari lebaran, perjalanan mudik umumnya akan memakan waktu lebih lama akibat meningkatnya volume kendaraan yang menyebabkan jalanan macet. Hal itu terkadang membuat kita malas sering minum karena takut tiba-tiba ingin buang air kecil di tengah perjalanan.
Meski demikian, hal seperti itu sebaiknya dihindari, ya. Pasalnya, sering menahan buang air kecil atau malas minum air putih berisiko sebabkan penyakit infeksi saluran kemih. Penyakit tersebut juga lebih berisiko mengenai pada perempuan.
"Infeksi Saluran Kemih atau ISK terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke dalam traktus urinarius melalui uretra dan berkembang biak di dalam kandung kemih. Meskipun sistem berkemih telah didesain untuk menghambat masuknya bakteri, kadang-kadang mekanisme pertahanan tersebut gagal. Hal ini dapat terjadi pada saat kondisi tubuh Anda sedang tidak fit. Akibatnya, terjadi infeksi di dalam saluran kemih," kata dokter Spesialis Urologi RS Pondok Indah Bintaro Jaya dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U., dalam keterangannya, Kamis (4/4/2024).
Dokter Ima menjelaskan, perempuan lebih rentan alami ISK karena beberapa faktor. Yakni, secara anatomi perempuan memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria. Sehingga membuat jarak yang ditempuh bakteri untuk mencapai kandung kemih lebih pendek. Kemudian, perempuan yang lebih aktif melakukan hubungan seksual juga cenderung untuk mengalami ISK.
"Penggunaan alat kontrasepsi tertentu, misalnya diafragma dan bahan spermisida juga meningkatkan kemungkinan terjadinya ISK. Kemudian menopause, penurunan hormon estrogen menyebabkan perubahan di saluran kemih sehingga rentan terhadap terjadinya infeksi," kata dokter Ima.
Bila seseorang telah terlanjut terkena ISK, dapat muncul keluhan-keluhan berupa desakan untuk berkemih, nyeri saat berkemih, sering berkemih, urine keruh, kemerahan, atau berbau, hingga nyeri panggul.
Apabila telah mengalami gejala-gejala tersebut, dokter Ima menganjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, khususnya dokter spesialis bedah urologi. Selanjutnya, ia akan menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis.
Dokter Ima mengingatkan, jangan langsung membeli obat ke apotik bila belum ada diagnosis dokter terkait penyakit yang diidap.
"Di era yang serba mudah seperti sekarang ini, tidak sedikit masyarakat yang datang ke apotek langsung jika mengalami suatu keluhan penyakit. Tidak jarang pihak apotek memberikan obat-obatan bahkan jenis antibiotika untuk mengatasi keluhan tersebut. Perilaku seperti ini dapat membahayakan dan dapat menyebabkan terjadinya resistensi obat-obatan antibiotika," pesannya.
Baca Juga: 4 Kebiasaan yang Memicu Infeksi Saluran Kemih, Suka Menahan BAK
Menurut data National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse (NKUDIC) 2018, ISK termasuk infeksi kedua terbanyak yang dialami masyarakat Indonesia, setelah infeksi saluran pernapasan. Jumlahnya mencapai 8,3 juta per tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya