Suara.com - Suara bising tidak hanya mengganggu saat Anda bekerja. Pada beberapa kasus, suara bising yang terdengar bisa menggangu kesehatan telinga dan pendengaran. Lalu, lebih aman kerja di kantor atau di pabrik?
Acoustic Researcher ITB, Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, MT, Ph.D. mengatakan saat kerja di kantor, suara kecil seperti AC maupun kipas angin justru bisa berdampak buruk. Hal ini karena bunyi kecil yang didengar secara terus menerus, dapat membuat berbagai permasalahan seperti psikologis terganggu maupun masalah kesehatan lainnya.
“Misalnya suara AC atau suara kipas angin terus-menerus karena sudah terbiasa dia terima aja. Cuma sebenarnya badan dia itu tidak bisa menerima, makanya dalam jangka panjang kemudian dia jadi terganggu secara psikologis,” kata Sugeng saat diwawancarai dalam acara Explore Acoustics Innovation, ditulis Selasa (7/5/2025).
Oleh sebab itu, bunyi di sebuah ruangan, atau alat elektronik meski terdengar pelan, tetapi durasi yang dialami lama, ini menjadi sebuah masalah. Jika sudah melewati ambang batas, itu akan sebabkan gangguan.
“Justru yang lebih berbahaya itu kita tidak sadar sama dengan misalnya kita pakai headset itu ada paparan energi terus-menerus, kemudian merasa ada problemnya kalau sudah melewatkan batas dan gak bisa di handle lagi,” jelasnya.
Hal ini justru berbanding terbalik dengan orang yang berada di lingkungan berisik. Mereka yang terbiasa di lingkungan berisik, biasanya akan ada kesadaran untuk menutup telinga sehingga lebih terlindungi. Sementara untuk mereka terbiasa dengan suara kecil, tetapi durasinya lama itu yang justru berbahaya
Kalau di pabrik kerja lebih besar jadi mereka paparannya jadi lebih terlindungi karena mereka bakal pakai pelindung telinga. Jadi kerja di lingkungan yang berisik itu jauh lebih terlindungi dibanding yang tidak karena impactnya itu kalau yang energinya besar langsung terasa jadi harus dilindungi,” sambungnya.
Untuk itu, Sugeng mengatakan, perlu adanya edukasi, terutama bagi para pekerja. Dalam hal ini, para pekerja disarankan untuk sesekali berjalan ke luar sebagai relaksasi telinga. Pasalnya, jika paparannya terus menerus, itu bisa berdampak kurang baik.
“Perlu adanya awareness edukasi jadi pemilik kantor dan lain sebagainya juga harus mengingatkan bahwa ada possibility gangguan karena hal tersebut. Jadi orang-orang lebih dibuat balance. Jangan duduk di kantor terus-menerus sesekali keluar berjalan untuk relaksasi telinga jadi lebih diatur kebiasaannya,” ujar Sugeng.
Baca Juga: Tutup Pabrik, Ternyata Kondisi Keuangan Keuangan BATA Tak Baik-baik Saja
Sebab menyebarkan awareness ini, WaveBoard (PT Akustik Swara Indonesia) membuat acara Explore Acoustics Innovation 2024. Ini merupakan seminar edukasi, talkshow, dari para peneliti yang menjelaskan dampak akustik arsitektur terhadap kehidupan manusia. Selain itu, ada juga peluncuran produk- produk akustik WaveBoard sebagai inovasi terbaru.
Materi-materi yang disampaikan juga terkait akustik bangunan dan inovasi, serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk materi dampak akustik bangunan dalam kehidupan sehari-hari oleh , Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, MT, Ph.D. Selain itu, kegiatan ini diharap dapat membawa kemajuan dalam bidang akustik.
“Ini menghadirkan audiens yang beragam, termasuk akademisi, stakeholder, arsitek, desainer interior, konsultan, kontraktor, acoustic engineer, mahasiswa, dan owner. Acara ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem akustik di Indonesia dan memberikan dampak yang berkelanjutan hingga pada dunia Internasional,” ucap CEO Waveboard, Vicky Halim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian