Suara.com - Permasalahan pada orthopedi selalu ditandai dengan nyeri yang sangat hebat. Hal tersebut memerlukan pengobatan yang tepat, bahkan prosedur operasi. Beruntung saat ini teknologi medis makin berkembang pesat.
Hal ini ditandai dengan hadirnya peralatan canggih seperti, automatic robot-assisted rehabilitation yang membantu pasien dapat segera beraktivitas pasca melakukan operasi orthopedi. Kombinasi operasi tanpa rasa nyeri dengan robot-assisted fisioterapi melahirkan metode terbaru yaitu ERAS.
"Metode ini bernama ERAS, yang dapat mengurangi rasa nyeri pasca operasi, adapula teknologi pengobatan nyeri yang dikendalikan oleh pasien, jadi setiap merasakan nyeri pasien tinggal menekan tombol dan obat pereda nyeri otomatis masuk ke darah, bernama pompa PCA (Patient Controlled Analgesia)," dijelaskan Direktur Humas Mandaya Hospital Group, Erwin berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima.
Selain itu adapula metode yang khusus menangani pengapuran lutut yaitu operasi pengganti bantalan lutut atau disebut UKA. Pada operasi pengapuran lutut metode UKA ini, lutut pasien tidak akan diganti total namun hanya pada bagian bantalannya saja yang sudah menipis atau rusak.
Hal ini, kata dia merupakan alternatif terbaru sehingga pasien dapat kembali berjalan sangat cepat paska operasi, targetnya 2-3 hari paska operasi dapat kembali berjalan.
“Metode Penggantian Bantalan Lutut (UKA) ini merupakan metode yang sangat baru sekitar dimulai 5 tahun yang lalu, tapi di RS Mandaya Karawang sekarang sudah bisa. Untuk biayanya sendiri sekitar Rp75-85 juta rupiah tergantung dari jenis kualitas implan bantalan lututnya," tanbah dia.
Tapi bagi yang mengalami pengapuran lutut ringan masih ada alternatif lain yaitu penyuntikan jeli lutut atau biasanya disebut suntikan oli lutut yang sangat terjangkau sekitar Rp3 juta rupiah saja.
Adapula operasi artroskopi atau operasi lubang kunci karena luka sayatnya hanya kurang dari 1cm sehingga luka operasi cepat sembuh, dan membuat pasien dapat berkativitas normal secepat mungkin, bahkan bisa kurang dari 7 hari untuk kembali bekerja.
Operasi Artroskopi Orthopedi ini dapat membantu masalah pada bagian tangan, bahu, lutut, panggul hingga tulang belakang baik akibat kecelakaan kerja maupun cedera akibat olahraga seperti kerobekan ACL, PCL dan Meniscus.
Baca Juga: Penjualan iPhone Turun 10 Persen pada Q1 2024, Pasar Asia Jadi Penyebabnya
Semua ini kata Erwin bisa didapatkan di RS Mandaya Karawang baru saja meluncurkan pusat layanan unggulan baru yaitu Pusat Orthopedi & Artroskopi berteknologi tinggi dan didukung dengan 9 tim dokter spesialis hingga subspesialis konsultan bagian panggul dan lutut.
Memiliki rekam jejak yang sangat baik, RS Mandaya Karawang telah melayani lebih dari 3500 pasien rawat jalan dan 500 operasi orthopedic dalam 1 tahun terakhir. Tidak hanya itu, pusat orthopedi RS Mandaya Karawang juga memiliki beberapa peralatan canggih seperti, automatic robot-assisted rehabilitation yang membantu pasien dapat segera beraktivitas paska melakukan operasi orthopedi.
Seperti MRI Philips 1,5T dengan fitur tambahan coil magnet khusus untuk sendi, saraf, otot dan tulang yang dapat menghasilkan gambar sangat baik bagi bidang orthopedi, saraf hingga tulang belakang.
“Kami ingin memenuhi kebutuhan warga Karawang, Subang, Purwakarta, Cikarang dan sekitarnya yang membutuhkan rumah sakit khusus dibidang orthopedi. Dengan menghadirkan tim dokter subspesialis orthopedi serta peralatan peralatan terbaru dan canggih, kami harap ini dapat menjadi harapan baru bagi warga Karawang," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri