Suara.com - Ruben Onsu memang dikenal sebagai presenter kondang yang memiliki banyak acara di televisi. Tak hanya itu, dia juga masih mengurus sejumlah bisnis yang dikelolanya sendiri. Tak heran bila suami Sarwendah itu dikenal punya aktivitas sibuk setiap hari. Kesibukan itu bahkan sampai membuat Ruben Onsu kekurangan waktu tidur.
Dia pernah mengaku kalau sehari-hari tidur hanya beberapa jam saja. Bahkan paling lama, dia mengatakan tidur hanya tiga jam per hari. Hal itu terungkap saat Ruben Onsu ngobrol bareng dengan Melaney Ricardo beberapa waktu lalu.
"Apalagi ya soal jam tidur, tiga jam itu gue udah paling lama itu udah istimewa. Jadi harus kembali bekerja, ngeluh engga cuma ada sesekali waktu bilang cape ya," ungkap Ruben seperti diunggah ulang dalam akun TikTok @agathaendang123.
Waktu tidur Ruben Onsu jelas sangat kurang dari aturan ideal kesehatan. Sebab, istirahat juga diperlukan tubuh untuk meregenerasi sel-sel yang rusak agar badan tetap prima.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan menjalankan pola tidur yang teratur, fungsi tubuh seseorang akan berjalan dengan baik, sehingga dapat mudah terhindar dari beberapa penyakit seperti stres, diabetes, hingga penyakit jantung.
Bagi Ruben Onsu yang berusia 40 tahun masuk kategori orang dewasa yang membutuhkan waktu tidur selama 7-8 jam setiap hari. Tidur yang dimaksud juga sebaiknya waktu malam hari, bukan ketika siang.
Saat tidur, tubuh juga menjadi rileks. Sehingga memberikan waktu istirahat dan membangun kembali otot-otot yang sudah lelah sepanjang hari. Begitu pun otak, saat tidur, semua limbah yang diproduksi otak dikeluarkan. Itulah sebabnya, tidur menjadi penting bagi kesehatan tubuh, fungsi metabolik, kekebalan tubuh, dan otak. Tidur juga baik untuk mengatur emosi.
Sementara bahaya dari kurang tidur bisa menimbulkan gejala sulit konsentrasi, kehilangan motivasi, pikun, temperamen hingga mengantuk sepanjang hari. Dalam jangka panjang bisa memicu penyakit kronis diantaranya diabetes, gangguan jantung tekanan darah tinggi hingga obesitas.
Lebih dari itu, kurang tidur juga bisa memicu depresi serta penurunan sistem imun. Dalam beberapa riset, pola tidur berpengaruh pada kadar gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan hingga persepsi otak akan makanan berkalori tinggi.
Baca Juga: Ruben Onsu Dibilang Kritis, Jordi Onsu: Astagfirullahaladzim
Berita Terkait
-
Sama-sama Punya Jadwal Padat di Dunia Hiburan, Beda Kebiasaan Tidur Ruben Onsu dan Raffi Ahmad, Ada yang Sudah Tak Kuat
-
Terungkap Ruben Onsu Cuma Tidur Kurang dari 3 Jam Sehari, Ini Sederet Bahaya yang Mengintai
-
Penuh dengan Air Mata, Intip 9 Momen Betrand Peto Berikan Penghormatan Terakhir Buat Nenek
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS