Suara.com - Ibu hamil dengan skoliosis dipastikan tidak akan mempengaruhi perkembangan janin. Namun pada ibu hamil dengan lengkungan tulang belakang cukup parah, maka berisiko alami nyeri.
Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD, Dr. dr. Phedy, SpOT (K) Spine menjelaskan ibu hamil dengan skoliosis tetap boleh melahirkan secara normal atau vaginal. Tapi di sisi lain juga tetap bisa melahirkan melalui metode operasi caesar.
"Skoliosis tidak diturunkan secara langsung dari ibu ke anak. Namun peluang muncul tetap ada bila ada anggota keluarga yang memiliki kelainan ini. Selain itu tidak ada gen spesifik penyebab skoliosis pada tubuh seseorang," ujar Dr. Phedy melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (5/6/2024).
Di sisi lain, Dr. Phedy mengingatkan untuk ibu hamil dengan lengkungan tulang belakang yang parah, akan menganggu kenyamanan proses kehamilan karena rasa nyeri yang dirasakan.
"Terlebih jika lengkungan tulang belakang cukup parah akan merasakan beban berat akibat kehamilan," ujar Dr. Phedy.
Skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping. Biasanya berbentuk huruf C atau S. Skoliosis lebih rentan terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Berikut ini 6 langkah mengurangi nyeri ibu hamil dengan skoliosis yang perlu diperhatikan:
1. Kurangi berdiri
Bila punggung belakang terasa nyeri, segeralah duduk. Hal ini akan mengurangi tekanan pada punggung belakang dan juga kaki.
Baca Juga: Momen Akrab Syahrini dan Krisdayanti Kembali Viral, Sikap Istri Reino Barack Ramai Dipuji
2. Pertahankan berat badan ideal.
Seiring berjalannya masa hamil, janin Anda juga akan semakin berat. Dengan menjaga berat badan ideal, tubuh Anda tidak akan mendapatkan beban tambahan.
3. Berendam air hangat
Berendam air hangat dapat mengurangi rasa nyeri pada punggung belakang. Selain itu meminta suami Anda untuk mengusap punggung belakang bisa menjadi cara yang baik untuk mengurangi rasa nyeri.
4. Hindari membawa beban berat
Membawa beban berat dapat meningkatkan beban pada tulang belakang Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh