Diduga terdapat banyak faktor yang menjadi pemicunya termasuk diantaranya perubahan hormon, stres saat merawat bayi, serta kurang tidur pada masa-masa setelah melahirkan.
Cara Mengatasi
Cara mengatasi baby blues ada beragam upaya yang bisa dilakukan. Tapi yang perlu ditekankan kepada seorang ibu yang mengalaminya bahwa kondisi tersebut dimana perasaan sedih dan khawatir yang berlebih merupakan sesuatu yang wajar.
Berikut sejumlah cara untuk mengatasi kondisi ibu yang mengalami baby blues:
1. Menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan makan makanan sehat.
2. Meminta dukungan dari pasangan dan keluarga dalam merawat bayi.
3. Berbagi tugas dengan pasangan dalam mengerjakan urusan rumah tangga serta mengurus bayi.
4. Terbuka pada pasangan dan keluarga, beritahu bila ada hal yang mengarah ke gejala baby blues.
5. Perbanyak istirahat.
6. Refreshing atau berjalan mencari udara segar.
7. Mengikuti terapi.
8. Mempraktikkan mindfulness untuk memenangkan pikiran melalui yoga atau meditasi.
Kondisi baby blues yang urung terselesaikan berpotensi menyebabkan komplikasi yakni depresi pasca persalinan atau postpartum yang ditandai dengan gejala mirip baby blues tapi levelnya sudah berat.
Depresi pasca persalinan bisa memunculkan gejala kesedihan teramat dalam, kehilangan minat atau kesenangan pada hal yang sebelumnya digemari, mudah marah, sulit menjalin ikatan dengan bayi yang dilahirkan, hingga berkeinginan mengakhiri hidup.
Gejala tersebut bisa muncul lebih dari 10 hari atau bahkan hingga 1 tahun bila tak mendapat penanganan yang memadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!