Suara.com - Rencana pemerintah RI untuk merekrut dokter asing ke Tanah Air tuai kontroversi. Sebelum merealisasikan hal tersebut, pemerintah diminta untuk lebih dulu membuat regulasi domestik yang ketat terkait calon dokter asing yang akan dipekerjakan.
Ketua Klaster Kedokteran dan Kesehatan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional Dr. Iqbal Mochtar, Sp.OK., mengungkapkan bahwa negara maju yang telah memekerjakan dokter asing juga punya syarat dan aturan yang ketat dalam proses perekrutan. Terutama mengenai latar belakang pendidikan dan kemampuan bahasa.
"Pertama terkait kualifikasi pendidikan, karena kalau dokter asing mereka berasal dari background yang berbeda dengan negara yang dituju, sistem yang berbeda, berasal dari spesialisasi yang berbeda. Kalaupun mereka mengatakan spesialis ortopedi, belum tentu kemampuan kapasitas antara satu dokter dengan dokter lainnya akan sama," jelas dokter Iqbal dalam dialog bersama media secara virtual, Selasa (9/7/2024).
Kemampuan berbahasa juga jadi salah satu syarat penting. Dokter asing yang bekerja di luar negeri tentu harus menguasai bahasa utama dalam negara tersebut. Sehingga, akan ada ujian bahasa dalam proses perekrutan dengan standar minimal yang cukup tinggi.
Dokter Iqbal mengatakan, negara maju seperti Jerman dan Amerika Serikat termasuk yang memiliki syarat tinggi untuk kemampuan bahasa terhadap dokter asing.
"Di Jerman katakanlah level kemampuan bahasanya C2, itu sangat susah dicapai kecuali orang sudah menggunakan bahasa itu secara bertahun-tahun. Kalau di Amerika, bahasa Inggris diterapkan dengan tes IELTS harus di atas 7, bahkan beberapa di antaranya 7,5, itu juga tidak mudah," ujar dokter yang bekerja di rumah sakit Qatar tersebut.
Selain proses administrasi dan kemampuan bahasa, dokter asing juga harus harus melalui uji kompetensi untuk melihat tingkat kemampuan ilmu kedokterannya sesuai dengan kebutuhan negara setempat. Sehingga biasanya dokter asing akan lakukan program pelatihan terlebih dahulu, bahkan bisa jadi turun jabatan.
"Contoh kalau misalnya ada dokter di Indonesia yang sudah seperti spesialis, sudah konsultan, begitu dia masuk ke Amerika, dia harus mengulangi (tahap) residence dari awal. Jadi tidak bisa langsung melanjutkan. Ini yang terjadi di negara lain, jadi ada training khusus sebelum mereka diizinkan untuk masuk," ungkapnya.
Walau demikian, semua itu bisa jadi sepadan dengan bayaran yang bisa didapatkan oleh dokter asing. Selain mendapatkan gaji yang lebih tinggi, dokter asing di sejumlah negara maju ada juga yang memberikan berbagai tunjangan yang sepadan. Seperti tunjangan perjalanan ke luar negeri, beasiswa melanjutkan pendidikan, hingga tunjangan keluarga untuk anaknya agar bisa sekolah gratis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama China Berlatar Dunia Medis, Ada Have a Crush on You
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak