Suara.com - Kasus dokter gadungan yang merenggut nyawa seorang anak laki-laki berusia 15 tahun di India menimbulkan keresahan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Remaja itu tewas mengenaskan usai menjalani operasi pengangkatan batu empedu oleh seorang dokter palsu yang diduga mengandalkan video YouTube. Untuk menghindari hal serupa, berikut cara mengecek dokter gadungan atau tidak.
Melansir India Today, kasus malpraktik yang dilakukan oleh dokter gadungan itu terjadi di distrik Saran, Bihar, pada pekan lalu waktu setempat. Saat ini, pelaku dan staf klinik-nya dilaporkan telah melarikan diri. Terkait laporan yang dilayangkan keluarga terhadap dokter palsu bernama Ajit Kumar Puri dan staf kliniknya, kini polisi sedang melakukan upaya penangkapan terdakwa.
Apa Itu Dokter Gadungan?
Dokter gadungan merupakan seseorang yang tidak mempunyai kualifikasi sebagai dokter, namun menyamar menjadi dokter dengan bekal dokumen palsu, seperti ijazah, sertifikat profesi, serta surat izin membuka praktek. Dokter gadungan tentu sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan pasien, hingga merusak citra profesi dokter.
Sebagai langkah untuk menghindari jadi korban dokter gadungan, masyarakat Indonesia bisa melakukan verifikasi data dokter secara online melalui beberapa situs seperti PDDIKTI, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Cara Mengecek Dokter Gadungan atau Tidak
Berikut ini adalah cara mengecek dokter gadungan atau tidak yang dihimpun dari berbagai sumber:
Situs PDDIKTI
PDDIKTI merupakan singkatan dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui situs ini, masyarakat bisa mengecek lulusan perguruan tinggi, termasuk dokter, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Baca Juga: Komentar Dokter Tirta Soal Akun Kaskus Fufufafa: Hobinya Roasting Orang
- Buka situ resmi PDDIKTI di www.pddikti.kemdikbud.go.id
- Masukkan nomor ijazah atau nama lengkap lulusan di dalam kolom yang tersedia
- Masukkan kode verifikasi maupun kode captcha
- Klik "Cari"
- Apabila data yang dicari ditemukan, maka akan muncul informasi mengenai nama, program studi, perguruan tinggi serta tahun kelulusan dari nama tersebut.
Situs KKI
KKI merupakan sebuah lembaga yang mewakili dan menangani bidang kesehatan di Indonesia. Dalam situs ini, masyarakat bisa melakukan pengecekan status dokter, termasuk surat tanda registrasi (STR) hingga surat izin praktik (SIP) dokter, dengan cara berikut:
- Buka laman KKI di www.kki.go.id
- Klik menu "Cek Dokter" dalam halaman utama
- Isi nama lengkap dokter dalam kolom yang tersedia
- Masukkan kode captcha
- Klik "Cari"
- Bila data ditemukan, maka akan muncul keterangan link dari nama dokter tersebut
- Klik link nama dokter untuk memastikan data lebih lengkap, seperti asal universitas, nomor STR, nomor SIP, hingga tempat praktik dokter yang dicari tersebut.
Situs IDI
IDI merupakan organisasi profesi dokter di Indonesia yang memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kesejahteraan dokter. Melalui situs ini, masyarakat juga bisa mengecek keanggotaan dokter, termasuk rekomendasi IDI, dengan cara berikut ini:
- Buka laman www.idionline.org
- Pilih menu Organisasi lalu klik direktori anggota
- Tulis nama lengkap dokter pada kolom yang tersedia
- Klik tombol "Cari"
- Jika data ditemukan, maka akan muncul informasi tentang nama, cabang IDI, dan rekomendasi IDI dokter itu.
Itu tadi cara mengecek dokter gadungan atau tidak untuk menghindari kasus malpraktik seperti yang menimpa remaja di India.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin