Suara.com - Bagi orangtua yang bekerja, terutama ibu, membangun kedekatan dan kelekatan dengan anak seringkali menjadi hal yang menantang. Padahal, membangun bonding sangatlah penting, terutama untuk tumbuh kembangnya di masa depan.
Sebenarnya, kata psikolog anak dan remaja, Anastasia Satriyo, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat kualitas hubungan antara orangtua dan anak di keseharian. Namun, ada tiga kunci yang perlu diperhatikan saat kita melakukan aktivitas pada anak.
Pertama, kata dia adalah orangtua harus hadir penuh secara fisik maupun emosi saat melakukan quality time pada anak. Jadi, kita bisa letakkan gadget kita, ajak dia berbicara, dengarkan dan perhatikan caranya menyampaikan pendapat.
"Jadi yang pertama tuh quality time ya. Misalnya abis pulang kerja, begitu selesai kita bener-bener di depan anak. Lalu yang kedua kadang kita suka lupa, badannya disini tapi emosi di tempat lain atau memikirkan kegiatan-kegiatan yang lain," ungkapnya dalam peluncuran Lexus Sandwich Crackers edisi spesial berkolaborasi dengan karakter Sanrio, pada Rabu (16/10/2024) di Jakarta.
Selain itu, lakukan juga komunikasi reflektif saat anak beraktivitas, bukannya malah terus menerus mengkritik. Jadi saat anak mewarnai misalnya, ucapkanlah bahwa orangtua melihat apa yang sedang dilakukannya.
"Misalnya anaknya ngecat atau dia painting ya. Oh iya ibu lihat kamu lagi nempelin warna biru ya. Oh iya ibu lihat kamu lagi mewarnai lukisannya ya, jadi kita hanya merefleksikan apa yang dia lakukan. Nggak kejudge, bagus, bener, jelek. Hanya merasa dilihat, itu buat kita merasa berharga," jelas Anastasia lagi.
Serta, kunci ketiga adalah fokus pada koneksi bukan koreksi. Sehingga, orangtua hanya perlu menikmati momennya, dengarkan apa saja yang ingin mereka ceritakan dan lakukan.
"Momen bonding time ini penting banget untuk kita sekedar menikmati aja momennya. Jadi waktu bersama dia, oke 15 menit. Lihat mereka main saja, gausah banyak bicara," saran dia lagi.
Untuk memiliki waktu berkualitas, Anastasia mengatakan jika hal ini juga bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan sederhana seperti snacking. Menikmati camilan juga bisa kita selipkan untuk membuat suasana semakin menyenangkan.
Baca Juga: Blusukan di Jakarta Utara, Pramono Anung Temukan Fakta Mencengangkan soal SLB
Walaupun hanya 5 menit saja, hal tersebut dapat memberikan rasa aman dan hangat untuk si Kecil. Sehingga nantinya bisa membantu anak mengelola emosi dan membentuk karakter yang positif.
"Sebetulnya waktu singkat bukanlah penghalang, yang lebih penting adalah bagaimana kita memberi makna pada momen sederhana tersebut untuk dekat dan bonding dengan anak," ujar dia.
Memahami kebutuhan tersebut, URC Indonesia membawa keceriaan di setiap gigitan Lexus Sandwich Crackers edisi spesial berkolaborasi dengan karakter Sanrio, sebagai bagian dari kampanye “That’s A Lexus Moment.”
Kolaborasi ini menghadirkan desain kemasan yang menampilkan Hello Kitty dan teman-temannya seperti My Melody, Keroppi, Bad Badtz-Maru, Kuromi, dan banyak lagi, untuk menginspirasi lebih banyak momen bonding bermakna bagi ibu dan anak Indonesia.
Karakter-karakter dari Sanrio, yang dikenal karena menyimbolkan keceriaan, persahabatan, dan kepolosan, sangat cocok untuk mencerminkan nilai-nilai Lexus sebagai cemilan yang memperkaya momen-momen sederhana namun penuh makna dalam keseharian.
Kolaborasi dengan Sanrio ini lebih dari sekadar mempercantik kemasan cemilan; ini adalah bagian dari misi snack favorit asal Mslaysia ini untuk mempererat hubungan orangtua, khususnya ibu dan anak, melalui momen-momen kecil yang berkualitas, yang meski sederhana, dapat dikenang sepanjang hidup anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari