Suara.com - Ginjal, sebagai organ vital yang bertugas menyaring darah dan membuang limbah, tentu perlu dijaga kesehatannya. Selain menjaga pola makan sehat dan minum air putih yang cukup, banyak orang juga melirik pengobatan alternatif dengan memanfaatkan khasiat herbal. Lalu, apa saja yang harus kita ketahui mengenai manfaat herbal dalam menjaga kesehatan ginjal?
Kesehatan ginjal penting dijaga sejak dini. Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan berbagai gangguan, termasuk batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga gagal ginjal.
Dalam pengobatan tradisional, beberapa herbal dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan ginjal, salah satunya adalah daun keji beling.
Tanaman yang memiliki nama latin Strobilanthes crispus ini terbilang mudah untuk ditemukan, bahkan ada yang menjadikannya tanaman pagar. Salah satu manfaat yang paling dikenal adalah menghilangkan batu ginjal.
Cara Kerja Herbal untuk Kesehatan Ginjal
Ada beberapa cara yang kerap dilakukan untuk mendapatkan manfaat tersebut dari tanaman herbal ini, misalnya dengan menempelkan daun yang telah dipanaskan ke area pinggul tempat organ ginjal berada, atau mengonsumsi air rebusan dari tanaman ini dengan dosis tertentu.
Namun, ada pula cara praktis lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan manfaat daun keji beling, yaitu dengan mengonsumsi Jian Care Ginsa, produk herbal tradisional yang diformulasikan dengan bahan-bahan alami tanpa pengawet.
Produk yang diklaim dapat membantu mengatasi berbagai masalah ginjal, seperti batu ginjal, kencing batu, hingga infeksi ginjal ini memiliki kandungan utama Strobilanthes Crispus atau daun keji beling.
"Daun keji beling telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu meluruhkan batu ginjal dan mengatasi berbagai masalah saluran kemih. Selain itu, keji beling juga dikenal mampu menormalkan fungsi ginjal dan mencegah terjadinya infeksi," jelas Aditia Constady, General Manager Jiancare, dalam keterangannya.
Baca Juga: Alasan Penderita Ginjal Sebaiknya tak Minum Air Kelapa
Selain daun keji beling, produk herbal ini juga mengandung sejumlah herbal alami lain, di antaranya tempuyung, herbal yang dapat membantu meluruhkan batu ginjal serta membantu menjaga kesehatan saluran kemih.
Kemudian terdapat juga alang-alang yang berfungsi sebagai diuretik alami yang membantu meningkatkan produksi urine, sehingga mempermudah pengeluaran batu ginjal dari tubuh.
Herbal lainnya adalah remujung, yang berfungsi untuk meredakan peradangan pada ginjal dan saluran kemih, serta membantu mengatasi masalah infeksi. Kemudian ada pula kunir yang dikenal memiliki sifat anti inflamasi yang kuat, yang dapat membantu meredakan nyeri dan memperbaiki fungsi ginjal yang terganggu.
Dan terakhir, ada binahong yang dapat membantu mempercepat pemulihan jaringan ginjal yang rusak dan mencegah infeksi lebih lanjut.
Senyawa alami dalam komposisi ini bekerja secara sinergis untuk membantu memecah batu ginjal, melancarkan saluran kemih, dan menjaga kesehatan ginjal secara menyeluruh.
"Setelah dikonsumsi, senyawa aktif dari Jian Care Ginsa dicerna dan diserap oleh tubuh, yang kemudian bekerja untuk meluruhkan batu ginjal dan menormalkan fungsi ginjal," pungkas Aditia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga