Pengobatan diperlukan untuk mengurangi gejala asma, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Berikut adalah beberapa obat yang disarankan untuk penderita asma meliputi:
1. Ventolin Inhaler
Asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) diobati dengan obat yang disebut Ventolin Inhaler, yang mengandung Salbutamol. Obat ini bekerja dengan merangsang reseptor beta-2 adrenergik spesifik, khususnya di otot bronkus.
2. Obat Montelukast
Obat ini mengandung theophylline, obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di saluran napas dan membantu meredakan gejala asma.
3. Lasal Expectorant Sirup
Lasal adalah obat yang digunakan untuk mengobati asma, bronkitis kronis, penyakit obstruktif kronis, atau emfisema. Obat ini dapat meredakan keluhan yang disebabkan oleh kondisi tersebut, seperti sesak napas, mengi, dan batuk.
Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter karena setiap jenis obat dapat memiliki efek samping dan berinteraksi dengan obat lain. Untuk memantau kondisi anak, ikuti dosis yang dianjurkan dan lakukan kontrol rutin.
Baca Juga: Tom Lembong Ungkap Sebab Suara Beratnya Karena Penyakit Ini, Sudah Sembuhkah?
Berita Terkait
-
Terobosan Pengobatan Asma PPOK, Suntikan Antibodi Benralizumab Lebih Efektif dari Steroid?
-
Detoks Usus dan Ramuan Herbal ala Dokter Zaidul Akbar, Ampuh Buat Mengusir Asma!
-
Studi Ungkap Hubungan Timbal Balik antara Diabetes dan Asma
-
Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terserang Asma? Begini Faktanya
-
Batuk Akut vs Batuk Kronis: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh