Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merangkum beberapa obat untuk mengatasi nyeri haid, atau dismenore, terdapat berbagai obat yang dapat digunakan untuk meredakan gejala. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan meliputi:
1. Asam Mefenamat
Obat asam mefenamat membantu meredakan nyeri haid seperti kram perut dan sakit punggung dengan menghentikan produksi prostaglandin, yang membuat nyeri menjadi lebih ringan atau sedang. Asam mefenamat dapat dikonsumsi selama dua hingga tiga hari setelah hari pertama haid.
2. Alaxan FR
Alaxan FR, yang mengandung parasetamol dan ibuprofen, adalah obat yang bekerja cepat untuk meredakan nyeri otot di leher, pundak, punggung, sakit pinggang, paha, dan kaki, serta nyeri haid dan sakit gigi.
3. Spasminal
Obat ini mengandung methampyrone dan papaverine, efektif untuk meredakan kram perut saat menstruasi.
4. Terapi Tambahan
Selain mengonsumsi obat, Anda juga dapat melakukan terapi tambahan seperti menggunakan pad hangat untuk meredakan nyeri haid secara fisik.
Baca Juga: Depresi dan Kurang Tidur Perparah Nyeri Haid, Ini Faktanya dan Wanita Wajib Tahu!
Sebelum mengonsumsi obat-obatan ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan dan dosis yang tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing individu.
Berita Terkait
-
Kenali Penyakit Sifilis Sejak Dini, IDI Botawa Berikan Informasi Pengobatan
-
Kenali Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan
-
7 Pengobatan Ampuh untuk Mengatasi Masalah Kulit Kering yang Wajib Kamu Coba
-
Kenali Penyebab Pneumonia Pada Anak, IDI Kota Rembang Berikan Informasi Pengobatan
-
5 Pengobatan untuk Radang Usus dengan Obat Alami yang Terbukti Ampuh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?