6. Daun Mint
Obat herbal untuk flu dan hidung tersumbat berikutnya adalah bisa menggunakan daun mint. Pasalnya, ekstrak daun mint mempunyai peran yang sama dengan obat dekongestan, yakni untuk membantu meredakan gejala hidung tersumbat. Tak sampai di situ, daun mint juga bisa memberikan sensasi hangat yang dapat melancarkan aliran udara dalam sistem pernapasan.
7. Air Garam
Mencuci hidung menggunakan air garam juga diketahui sebagai obat pilek secara alami. Kandungan air garam dipercaya dapat membantu mengencerkan lendir yang lengket, sehingga bisa lebih mudah dikeluarkan dari hidung.
8. Jeruk
Saat mengalami flu dan batuk, vitamin C dari jeruk bisa membantu mengurangi keparahan dan durasi gejala sakitnya. Sebuah penelitian menunjukkan jika flavonoid yang ditemukan pada serabut putih di buah jeruk dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
9. Air Putih Hangat
Ketika mengalami flu, kita dianjurkan lebih sering minum air putih untuk menjaga kadar cairan di dalam tubuh. Sebab cairan tubuh yang cukup mdapat membantu hidung dan mulut memproduksi cairan sekresi, yang secara efektif diyakini bisa menghilangkan bakteri dan virus ketika batuk, bersin dan bernapas.
10. Vitamin C
Baca Juga: Cegah HMPV dengan Vaksin Influenza? Cek Harga dan Jenisnya
Vitamin C merupakan sejenis antioksidan yang banyak berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Sumber makanan yang kaya akan vitamin C antara lain:
- Buah-buahan sitrus
- Paprika merah
- Sayuran hijau berdaun, seperti brokoli.
11. Ginseng
Gingseng bisa menjadi obat herbal untuk menyembuhkan flu. Obat pilek alami ini diketahui sangat efektif untuk mencegah pilek, sekaligus mempercepat proses pemulihan lantaran kandungannya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bisa efektif dalam melawan virus/bakteri penyebab suatu penyakit.
12. Jamur
Sebenarnya, mengonsumsi jamur tidak bisa menyembuhkan pilek secara langsung. Akan tetapi, perlu diingat bahwa jamur mempunyai kandungan vitamin D yang tinggi. Sebab, mencukupi kebutuhan vitamin D harian bisa memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan berbagai penyakit, termasuk flu.
13. Minyak Esensial
Minyak esensial diyakini dapat membantu mengelola gejala pilek, flu, serta kondisi pernapasan tertu lainnya. Hal ini lantaran minyak esensial mengandung mikroba, pereda nyeri, atau antiinflamasi. Contohnya minyak esensial yang dapat digunakan untuk obat herbal flu antara lain:
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat