Pilihlah suplemen tanpa bahan pengisi seperti magnesium stearat, titanium dioksida, atau pewarna buatan. Label bertuliskan “bebas zat aditif” atau “label bersih” bisa jadi acuan dalam memilih produk yang lebih aman untuk kesehatan usus.
Mengandalkan suplemen sintetis secara berlebihan bisa membawa risiko tersembunyi bagi tubuh. Untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat, utamakan nutrisi dari makanan segar dan alami.
Jika ragu, konsultasikan dengan ahli gizi atau praktisi medis untuk memastikan jenis suplemen yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Cara Meningkatkan Kadar Vitamin D Tanpa Harus Berjemur
Kebutuhan Vitamin D harian umumnya bisa dipenuhi hanya dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10 hingga 30 menit. Namun, saat cuaca sering mendung atau hujan, paparan sinar matahari jadi sulit didapat.
Dalam kondisi tersebut, penting untuk mengetahui alternatif cara meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh.
Mengutip laporan Sciencedaily, ada tiga cara mudah yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, terutama bagi masyarakat yang jarang terpapar sinar matahari.
1. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin D
Beberapa jenis ikan seperti salmon, sarden, tuna, nila, halibut, udang, dan kerang dikenal mengandung vitamin D tinggi. Selain itu, minyak ikan cod, telur, dan daging sapi juga bisa menjadi sumber tambahan vitamin D.
Bagi vegetarian, jamur menjadi alternatif alami yang kaya vitamin D. Makanan olahan yang sudah difortifikasi seperti susu, sereal, sari buah, dan yoghurt juga dapat membantu meningkatkan asupan vitamin ini.
Perlu diingat, karena vitamin D larut dalam lemak, konsumsi sebaiknya disertai dengan makanan berlemak sehat agar penyerapannya lebih optimal.
2. Gunakan Lampu Ultraviolet B (UVB)
Cahaya UVB dari matahari memicu produksi vitamin D dalam tubuh. Untuk mengganti paparan matahari, lampu UVB bisa menjadi solusi. Beberapa lampu LED tertentu bahkan diklaim lebih efektif dalam merangsang produksi vitamin D dari kulit dibandingkan sinar matahari langsung.
Namun, sebelum menggunakan terapi ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Hal ini penting karena faktor usia dan kadar melanin pada kulit bisa memengaruhi efektivitas penyerapan vitamin D melalui sinar UVB.
3. Konsumsi Suplemen Vitamin D3
Tubuh manusia memproduksi vitamin D3, sementara tumbuhan seperti jamur menghasilkan vitamin D2. Berdasarkan hasil penelitian, vitamin D3 lebih efektif diserap tubuh dibandingkan D2.
Kini, tersedia berbagai produk suplemen vitamin D3 vegan dalam bentuk kapsul, bubuk, semprotan, hingga permen karet. Ini bisa menjadi alternatif yang praktis bagi mereka yang sulit mendapatkan cukup sinar matahari atau tidak bisa mengandalkan makanan sebagai sumber utama vitamin D.
Meski sinar matahari tetap menjadi sumber terbaik, berbagai cara seperti mengatur pola makan, menggunakan lampu UVB, dan mengonsumsi suplemen bisa menjadi solusi efektif untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh tetap optimal meski cuaca tidak bersahabat.
Berita Terkait
-
4 Tone Up Sunscreen Vitamin C Lokal, Kunci Wajah Cerah Instan Tanpa Dempul
-
3 Serum Vitamin C Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun, Review Bintang 5 Terbukti Ampuh Anti-Aging
-
5 Rekomendasi Suplemen Magnesium untuk Atasi Insomnia dan Mengurangi Stres
-
4 Capsule Cream Vitamin C yang Bikin Kulit Auto Cerah dan Glowing
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol