Ia menegaskan solusi telah tersedia, mulai dari energi terbarukan, transportasi rendah emisi, penghentian bertahap bahan bakar fosil, hingga perancangan kota ramah lingkungan.
Yang dibutuhkan kini adalah kemauan politik dan keberanian mengambil keputusan tidak populer. Karena polusi udara bukan hanya memperparah perubahan iklim, ia adalah bagian darinya.
Konferensi juga menyoroti peran penting sektor kesehatan. Sebanyak 47 juta tenaga kesehatan profesional telah menyatakan dukungan terhadap kampanye WHO untuk menjadikan udara bersih sebagai hak kesehatan dasar.
"Saya tidak ingin terus mengobati pasien dengan penyakit yang seharusnya bisa dicegah. Saya ingin meresepkan udara bersih," tutup Neira.
Pada akhirnya, kenyataan bahwa udara bersih tak lagi gratis menjadi pengingat keras akan urgensi menjaga lingkungan kita. Inisiatif seperti uji emisi dan berbagai kebijakan terkait bukan hanya sekadar aturan, melainkan investasi krusial untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kesadaran akan kontribusi setiap individu, mulai dari memilih transportasi yang ramah lingkungan hingga memastikan kendaraan memenuhi standar emisi, menjadi kunci untuk mengembalikan kualitas udara yang layak bagi semua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar