Suara.com - Tertelannya benda asing pada anak merupakan kasus darurat medis yang kerap dijumpai, terutama pada anak balita dan usia sekolah dasar. Inilah sebabnya orangtua perlu mengetahui 5 benda asing yang paling sering tertelan anak berdasarkan temuan dokter.
Fakta ini diungkap Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastrohepatologi RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A.G.H yang kerap menangani berbagai kasus pembedahan pada anak yang menelan benda asing. Menariknya, uang koin Rp.1000 jadi yang paling sering ditemukan tertelan pada anak.
“Yang paling sering itu koin seribu yang terbaru. Ini kemungkinan terjadi karena pecahan receh ini lebih kecil, lebih licin, lebih tipis sehingga mudah terselip dan tertelan oleh anak-anak,” ujar dr. Himawan di Jakarta Selatan, Rabu (18/6/2025).
Mirisnya, koin seribu hanya 1 dari 5 benda yang paling sering tertelan anak balita hingga remaja. Berikut ini 5 benda yang perlu diwaspadai orangtua karena bisa tertelan dan membahayakan nyawa buah hati menurut dr. Himawan:
1. Koin Pecahan Rp1.000
Koin menjadi benda asing paling banyak tertelan, terutama oleh anak prasekolah hingga sekolah dasar. Menurut dr. Himawan, desain koin terkini lebih mudah lolos ke saluran cerna. Koin memiliki risiko yang relatif rendah dibanding benda tajam, namun tetap bisa menyebabkan obstruksi alias penyumbatan ringan jika tertahan di saluran atas.
“Dia main-main di sekitar mulut (wajah), lalu blup masuk. Jadi kalau sekarang koin seribu yang paling dominan. Jadi biasanya sih anak-anak yang sudah prasekolah, anak sekolah,” ungkap dr. Himawan.
2. Baterai Kancing atau Button Battery
Baterai kancing adalah yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan luka bakar, perforasi (lubang), bahkan kematian dalam hitungan jam. Saat bersentuhan dengan jaringan mukosa, baterai menghasilkan aliran listrik yang memicu reaksi alkali, mengikis dinding esofagus atau kerongkongan dalam 2 jam saja.
Baca Juga: Tora Sudiro Sempat Was-Was Hari Persalinan Cucu Pertama Bentrok dengan Jadwal Syuting
Ditambah, komplikasi fatal seperti aortoesophageal fistula sudah tercatat di sejumlah studi. Panduan NASPGHAN menyebutkan bahwa baterai kancing yang tertahan di esofagus harus segera diangkat dalam 2 jam untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Mirisnya, kata dr. Himawan baterai kancing tertelan sangat berisiko pada bayi dan balita. Menurutnya, benda ini bisa tertelan anak karena banyak mainan kecil yang berisi baterai ini. Lalu pada satu kondisi, baterai keluar dan bayi dibuat penasaran lalu memasukkannya ke mulut.
Bahkan lantaran sangat berbahaya, berbagai belahan dunia memperingati Hari Baterai Kancing Sedunia pada 12 Juni setiap tahunnya. Ia juga menjelaskan jika di rumah anak menelan baterai kancing, maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan yaitu langsung berikan anak madu.
“Itu untuk melapisi, supaya saluran pencernaan dilapisi madu supaya lukanya tidak terlalu berat, karena baterai ini kalau masuk bisa terbakar bisa melubangi, bolong. Cara mencegahnya kalau bisa cari mainan jangan ada baterai kancing yang pakai baut, kalau bisa jauh dari jangakauan bayi,” papar dr. Himawan.
3. Magnet
Benda magnetik juga tidak kalah berbahaya saat tertelan anak, terlebih jika berjumlah dua atau lebih. Daya tarik magnet bisa memicu perforasi yaitu lubang atau robekan organ, ketika masing-masing menjepit bagian saluran cerna berbeda, seperti usus dan lambung.
“Kalau magnet yang ada dua dia ketemu, dia nempel, itu bisa bolong. Kalau dia ketemu tapi bukan di satu tempat gitu ya. Satu di usus, satu di lambung. Eh deket-deketan, dia langsung melepek dan itu bisa bolong. Kita pernah punya kasus yang sampai bolong itu ada juga, karena ada dua magnetnya,” cerita dr. Himawan.
Inilah sebabnya dalam situasi tersebut saat anak kedapatan menelan magnet, apalagi jumlahnya lebih dari satu maka ia perlu segera dapat penengahan dan harus dirawat inap.
4. Peniti dan Jarum Pentul
Pada tahap ini, anak remaja perempuan dengan hijab kerap mengalami masuknya peniti dan jarum pentul ke pencernaan karena tidak sengaja tertelan.
“Peniti sih, kalau dia tertutup sih nggak masalah ya, alau kebuka berisiko nyangkut, ketancap gitu ya. Jarum pentulan juga sering ya,
yang dilihatnya tuh pakai jarum pentul gitu, terus dikagetin tertelan,” jelasnya.
5. Cairan Kimia Rumah Tangga
Tak hanya benda padat, benda cair seperti sabun, deterjen, atau cairan rumah tangga yang disimpan sembarangan, misalnya di botol air mineral bekas juga dapat tertelan oleh bayi.
“Bisa bikin luka bakar juga, di sepanjang kerongkongan bisa robek, bisa sempit. Efeknya dapat menetap sebagai stenosis (penyempitan saluran) jangka panjang, memerlukan perawatan atau operasi lanjutan,” pungkas dr. Himawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi