“Ketika usia terus bertambah, semua upaya yang aman dan berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan inflamasi menjadi sangat krusial,” tegas Prof. Fred lagi.
Kehadiran ALC turut mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir dalam peresmian KEK Sanur menyatakan, “Ini adalah terobosan pertama kali di Indonesia kita mencanangkan KEK untuk layanan kesehatan bertaraf dunia internasional.”
Dengan berdiri di atas lahan 5.600 m², ALC kini sedang membangun gedung utama dan laboratorium dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP) yang dijadwalkan rampung pada kuartal pertama 2026.
Namun meskipun pembangunan belum sepenuhnya selesai, klinik tahap pertama ALC sudah mulai melayani pasien dengan terapi infus terbatas untuk perbaikan sistem biologis tubuh.
Menurut dr. I Gede Chandra Kardana Noprasetyo, M.M, selaku Manajer ALC, ke depannya ALC akan menyediakan layanan yang lebih komprehensif, termasuk terapi reverse-aging berbasis sel monosit, sebuah pendekatan canggih yang masih sangat langka di Asia Tenggara.
Harapan Baru untuk Wisata Kesehatan di Indonesia
Kehadiran ALC di Bali tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam negeri, tapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia menjadi destinasi wisata kesehatan dunia.
Masyarakat Indonesia pun tidak perlu lagi mencari layanan terapi sel ke luar negeri karena kini semua tersedia di dalam negeri dengan standar internasional.
“Sehat bukan semata hasil dari pengobatan di rumah sakit. Sehat adalah bagaimana kita menjalani hari-hari kita – sadar, pencegahan dini, dan terbuka pada teknologi medis yang terbukti,” tutup dr. Olivia.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Klinik Kecantikan di Denpasar, Solusi Tampil Glowing di Bali
Dengan hadirnya ALC, Indonesia menegaskan komitmennya menuju sistem kesehatan masa depan: yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga mencegah dan memperpanjang kualitas hidup manusia secara nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026