Suara.com - Lansia merupakan pilar penting dalam keluarga dan masyarakat. Seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia dan dunia, perhatian terhadap kesehatan lansia tentu menjadi hal semakin mendesak.
Data terbaru menunjukkan bahwa 12% populasi Indonesia saat ini merupakan lansia, dan angka ini diperkirakan akan melonjak dua kali lipat pada tahun 2050. Ini bukan hanya soal bertambahnya usia, tapi bagaimana kita memastikan mereka tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Pentingnya perlindungan lansia terhadap infeksi pernapasan, terutama dalam menghadapi fenomena Tripledemic, saat tiga virus pernapasan RSV (Respiratory Syncytial Virus), Influenza, dan Covid-19 bersirkulasi secara bersamaan menjafi perhatian.
Isu tersebut diangkat dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional dan Hari Keluarga Nasional, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), bersama dengan Kementerian Kesehatan RI, dan didukung oleh GSK Indonesia.
Tripledemic dan Ancaman Nyata bagi Lansia
Dengan bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan, kondisi yang dikenal sebagai Age-Related Decline in Immunity (ARDI). Lansia pun menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi, terutama dalam situasi Tripledemic.
RSV, meski belum sepopuler Covid-19 atau influenza, adalah virus yang sangat menular. Menurut studi, RSV bisa menular lebih cepat dibandingkan Covid-19 dan dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, terutama pada lansia dengan penyakit penyerta seperti diabetes atau jantung.
Bahkan, seseorang dengan RSV bisa menularkan virus selama 3 hingga 8 hari, dan pada lansia yang memiliki imun lemah, masa penularan bisa mencapai 4 minggu.
Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, FINASIM menyampaikan, “Pasien lansia dengan diabetes yang terkena RSV bisa 11 kali lebih berisiko dirawat di rumah sakit dibandingkan pasien tanpa diabetes. Ini menunjukkan pentingnya langkah pencegahan untuk kelompok ini.”
Baca Juga: Kakek di Ciracas Tewas Terpanggang, Dugaan Penyebab Kematiannya Bikin Merinding!
Imunisasi: Tindakan Preventif yang Efektif
Salah satu langkah paling penting untuk melindungi lansia adalah melalui vaksinasi. Sayangnya, cakupan imunisasi dewasa di Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,5 per 1.000 populasi.
Padahal, vaksin dapat mencegah infeksi, mengurangi risiko komplikasi, dan menurunkan beban biaya perawatan. Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI menjelaskan, pihaknya telah merilis Jadwal Imunisasi Dewasa 2025 yang dapat diakses di www.satgasimunisasipapdi.com.
"Salah satu vaksinasi yang direkomendasikan untuk usia di atas 50 tahun adalah vaksin RSV, yang sangat penting di tengah risiko Tripledemic,” pungkasnya.
Tantangan Diagnosis dan Penyebaran RSV
Salah satu kendala dalam menangani RSV adalah diagnosis yang sulit. Gejalanya mirip flu biasa: hidung tersumbat, batuk, demam ringan. Banyak yang tidak sadar bahwa itu adalah RSV.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi