Suara.com - Banyak pria dewasa yang mulai merasakan perubahan pada tubuhnya saat memasuki usia 50-an. Salah satu keluhan yang sering muncul tapi jarang dibicarakan adalah gangguan saat buang air kecil.
Sering bolak-balik ke kamar mandi di malam hari, pancaran lemah, atau perasaan tidak tuntas setelah berkemih, bisa menurunkan kualitas hidup. Meskipun tampak sepele, keluhan ini bisa sangat mengganggu rutinitas, tidur, bahkan rasa percaya diri.
Apa Penyebabnya?
Masalah kesehatan prostat bertanggung jawab terhadap perubahan kualitas hidup pria Ketika memasuki usia 50 tahun ke atas.
Pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) bukan hanya mengganggu kenyamanan sehari-hari, tapi juga bisa berdampak pada fungsi ginjal dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Bagaimana Solusinya?
Kabar baiknya, kini ada solusi medis yang bisa membantu tanpa perlu operasi besar. Prosedurnya cepat, minim risiko, dan bisa dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit saja.
Lewat terapi minim invasif ini, pria dewasa punya pilihan baru yang lebih nyaman untuk tetap aktif, sehat, dan bebas dari rasa cemas. Tidak perlu rawat inap, tidak mengganggu fungsi seksual, dan hasilnya mulai terasa dalam hitungan minggu.
Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading secara resmi menghadirkan terapi Rezum, sebuah prosedur medis minim invasif yang telah digunakan di berbagai rumah sakit terkemuka di Amerika dan Eropa. Teknologi ini menggunakan energi termal dari uap air panas untuk mengecilkan jaringan prostat yang membesar secara selektif, tanpa merusak jaringan sekitarnya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Sabun Muka Pria untuk Kulit Berminyak dan Kusam, Harga Mulai Rp 20 Ribuan
Rezum dirancang untuk memberikan kenyamanan dan efektivitas dalam satu waktu. Prosedurnya hanya memakan waktu sekitar 10–15 menit, tanpa sayatan, dan pasien bisa langsung pulang di hari yang sama. Tak hanya itu, terapi ini juga menjaga fungsi seksual pasien tetap optimal, serta meminimalkan risiko efek samping.
Menurut dr. Nugroho Purnomo, Sp.U, Subsp. Onk (K), yang memimpin layanan urologi di Mitra Keluarga Kelapa Gading:
“Dengan Rezum, kami punya pilihan baru yang cepat, efektif, dan aman. Pasien bisa langsung kembali bekerja, olahraga, bahkan liburan. Itu nilai tambah yang besar.”
Inovasi untuk Kesehatan yang Lebih Humanis
Sebagai bagian dari komitmen inovasi berkelanjutan, Mitra Keluarga menghadirkan Rezum bukan sekadar sebagai teknologi canggih, melainkan sebagai pendekatan layanan yang lebih humanis.
“Kami selalu mencari cara terbaik untuk menghadirkan layanan medis yang tidak hanya canggih, tapi juga humanis. Dengan Rezum, pasien tidak hanya disembuhkan secara klinis—tapi juga diberikan kenyamanan dan kontrol atas kualitas hidupnya,” kata dr. Christina Dian Anggraeni, Chief Operating Officer Mitra Keluarga Group.
Direktur RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr. Ronald Reagan, M.M., MARS, juga menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman medis yang positif bagi pasien.
"Tidak ada lagi rasa takut akan operasi besar. Rezum menjawab kebutuhan pasien yang ingin sembuh, tapi tetap ingin aktif,” terangnya.
Peluncuran Rezum di Indonesia didukung oleh Boston Scientific Indonesia. Alphons Festus, Country Leader Boston Scientific Indonesia, menyebut kerja sama ini sebagai langkah awal menuju transformasi layanan urologi.
“Kami bangga bisa bekerja sama dengan Mitra Keluarga—jaringan rumah sakit yang terbuka terhadap teknologi baru dan punya semangat tinggi untuk menjadikan pasien sebagai pusat perhatian,” katanya.
Tak hanya berhenti di satu lokasi, teknologi Rezum direncanakan akan hadir di jaringan rumah sakit Mitra Keluarga lainnya.
“Setelah peluncuran ini, kami akan memonitor kepuasan pasien dan keberhasilan terapi. Kami ingin teknologi seperti Rezum bisa diakses oleh lebih banyak masyarakat Indonesia,” tutur dr. Arina Yuli Roswiyati, MS., MARS, Direktur Regional 1 Mitra Keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga