Suara.com - Perubahan cuaca ekstrem, dari panas terik hingga hujan tiba-tiba, kerap membuat daya tahan tubuh menurun. Kondisi ini sering berujung pada gangguan kesehatan, salah satunya demam.
Secara medis, demam terjadi ketika suhu tubuh meningkat di atas 37 derajat Celsius sebagai respons alami terhadap infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme lain.
Umumnya, demam ringan bisa diatasi dengan istirahat cukup dan banyak minum air putih. Namun, sejumlah obat herbal untuk mengatasi demam juga terbukti membantu meredakan gejalanya secara alami dan aman.
Berikut lima tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat alami penurun demam, dikutip dari berbagai sumber kesehatan.
1. Jahe
Jahe (Zingiber officinale) dikenal sebagai rimpang dengan kandungan antimikroba dan antiinflamasi. “Jahe sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan gejala demam, flu, serta nyeri sendi,” tulis laporan kesehatan Hindustan Times.
Untuk mengonsumsinya, jahe segar bisa diparut lalu diseduh dengan air panas. Tambahan madu akan meningkatkan manfaat sekaligus menambah rasa.
2. Bawang Putih
Bumbu dapur ini mengandung antivirus, antibiotik, dan antiseptik yang efektif membantu melawan infeksi penyebab demam. Mengonsumsi bawang putih cincang dalam makanan atau teh hangat dapat merangsang keluarnya keringat sehingga menurunkan suhu tubuh.
3. Daun Kelor
Daun kelor (Moringa oleifera) kaya vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Kandungan ini memberikan efek antipiretik atau penurun panas. Teh dari rebusan daun kelor maupun kulit batangnya kerap dimanfaatkan sebagai detoksifikasi alami.
4. Daun Sage
Tanaman herbal aromatik ini mengandung safficionolide, senyawa aktif yang mampu melawan virus penyebab demam. Di Eropa, daun sage biasa direbus sebagai ramuan herbal untuk menstabilkan suhu tubuh dan mempercepat pemulihan.
5. Kunyit
Kunyit (Curcuma longa) kaya kurkumin yang bersifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Ramuan kunyit hangat, baik direbus maupun dicampur susu, dipercaya mempercepat pemulihan demam dan meningkatkan imunitas.
Meski relatif aman, penggunaan obat herbal untuk mengatasi demam tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Jika demam berlangsung lebih dari 2–3 hari atau disertai gejala berat seperti sesak napas, muntah hebat, hingga penurunan kesadaran, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Obat Penumbuh Rambut Terbaik di Apotek, Solusi Rontok dan Botak
-
Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam
-
Kepala BPOM Tegaskan Penjualan Obat di Minimarket Tak Bisa Sembarangan: Tetap Diawasi Apoteker
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!