- Kanker payudara masih jadi ancaman utama bagi perempuan di Indonesia, namun peluang sembuh bisa meningkat jika terdeteksi sejak dini lewat skrining.
- MRCCC Siloam Hospitals Semanggi bersama Siemens Healthineers menghadirkan Mammomat B.brilliant, teknologi mammografi 3D terbaru yang hanya butuh 5 detik pemindaian dan lebih nyaman bagi pasien.
- Dengan hasil lebih akurat serta dukungan program edukasi dan skrining gratis, inovasi ini diharapkan mendorong perempuan Indonesia lebih peduli pada deteksi dini kanker payudara.
Suara.com - Kanker payudara masih menjadi momok bagi perempuan di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 mencatat lebih dari 66 ribu kasus baru dan sekitar 22 ribu kematian setiap tahunnya.
Padahal, jika terdeteksi sejak dini, peluang kesembuhan bisa meningkat drastis. Karena itu, skrining rutin lewat mammografi menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Sayangnya, banyak perempuan masih enggan melakukan pemeriksaan karena merasa tidak nyaman—dari durasi pemindaian yang lama hingga rasa nyeri akibat tekanan alat.
Menjawab kebutuhan ini, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi bekerja sama dengan Siemens Healthineers menghadirkan Mammomat B.brilliant, teknologi mammografi 3D terbaru yang pertama kali ada di Indonesia.
Keunggulannya? Pemindaian hanya membutuhkan waktu lima detik. Artinya, rasa sakit dan tekanan yang biasanya dialami pasien bisa berkurang signifikan.
Teknologi mammografi 3D yang baru ada pertama kalinya di Indonesia ini memungkinkan pemindaian hanya dalam waktu 5 detik tanpa mengorbankan kualitas gambar.
Sebelumnya, pasien harus menunggu hingga 25 detik yang menimbulkan ketidaknyamanan berupa rasa nyeri akibat penekanan payudara alat kompresor. Juga adanya ketidaknyamanan fisiologis seperti nyeri payudara yang mungkin sudah ada sebelumnya akibat siklus menstruasi.
Desain bentuk dan fitur Mammomat B.brilliant juga dibuat berdasarkan masukan dari pengguna untuk memaksimalkan kenyamanan saat prosedur mammografi.
B.brilliant menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur kompresi pada payudara pasien dan mengatur tingkat radiasi. Hal ini untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasien tanpa mengurangi akurasi dari hasil mammografi.
Baca Juga: Langkah Merdeka: Lelang Amal Siloam Hospitals untuk Skrining Kanker Payudara Gratis
Mammomat B.brilliant memiliki sudut pemindaian seluas 50° atau menjadi sudut terluas yang pernah ada, jika dibandingkan dengan mammografi 3D lainnya yang hanya memiliki sudut pemindaian 40° atau mammografi 2D yang hanya 15°.
Hasil mammografi B.brilliant adalah gambar 3D resolusi tinggi yang lebih lebar dan dapat membantu tim medis mendeteksi kelainan sekecil mikrokalsifikasi dengan lebih tepat dan cepat.
Perlu diketahui bahwa, dengan karakter payudara orang Asia yang cenderung padat, pemindaian 3D dengan sudut 50° akan sangat membantu karena mampu menghasilkan lebih banyak gambar.
Fitur-fitur yang dihadirkan tersebut menjadikan proses skrining berlangsung jauh lebih nyaman dan aman dengan waktu pemeriksaan yang singkat sehingga mampu mengurangi rasa tertekan dan kecemasan pasien.
CEO MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS mengatakan, “Mammomat B.briliant tidak sekadar peningkatan teknologi, ini adalah penegasan dari komitmen kami untuk mengutamakan pengalaman medis pasien kami, khususnya bagi pasien perempuan. Luangkan lima detik waktu Anda untuk mammogram—karena lima detik itu bisa menyelamatkan hidup Anda”.
Meluruskan Mitos tentang Mammografi
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS