- Anak pejuang kanker membutuhkan dukungan menyeluruh, dari medis hingga psikologis.
- Program sosial menghadirkan aktivitas kreatif untuk memberi keceriaan dan harapan.
- Solidaritas masyarakat penting untuk memberi energi positif dalam perjuangan mereka.
Suara.com - Anak-anak pejuang kanker membutuhkan lebih dari sekadar pengobatan medis. Dukungan moral, psikologis, hingga kesempatan untuk tetap merasakan keceriaan layaknya anak-anak seusianya menjadi bagian penting dalam menjaga semangat hidup mereka.
Di tengah perjuangan menghadapi penyakit berat, kehadiran lingkungan yang suportif mampu memberi kekuatan baru bagi pasien anak dan keluarga.
Menjawab kebutuhan itu, Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur (IKA PL) menghadirkan program sosial bertajuk BrotherCare. Acara ini digelar di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian menuju Lustrum XII SMA Pangudi Luhur pada 15 November 2025.
Program ini diinisiasi komunitas BroDocs (dokter alumni) bersama PL E-Sports, yang berkolaborasi untuk menghadirkan keceriaan sekaligus dukungan jangka panjang bagi anak-anak pejuang kanker dan pasien dialisis.
Fokus kegiatan ini berangkat dari tren meningkatnya kasus kanker anak di Indonesia, terutama Leukemia dan Retinoblastoma.
Direktur Perencanaan dan Keuangan RSAB Harapan Kita, Nola Juasnita Bermawi, menegaskan bahwa dukungan bagi anak-anak penderita kanker harus bersifat holistik: mencakup aspek medis, finansial, pendidikan, dan psikologis.
Melalui BrotherCare, berbagai aktivitas interaktif dihadirkan, mulai dari dongeng inspiratif, kegiatan seni, permainan online, pesta kostum, hingga kunjungan ke KidZania agar anak-anak dapat merasakan profesi impian mereka. Sebanyak 50 anak bersama 50 pendamping ikut serta menikmati pengalaman penuh harapan ini.
Wakil Ketua Komunitas BroDocs, dr. Putu Pande, menekankan bahwa dukungan terhadap anak pejuang kanker tidak boleh berhenti di satu momentum.
“Program ini bisa jadi awal dari kegiatan berkelanjutan, karena terapi penyakit kanker dan dialisis membutuhkan pendampingan jangka panjang,” ujarnya.
Baca Juga: Infrastruktur Belum Merata, Survival Rate Kanker Anak di Indonesia Hanya 25 Persen
Ketua Umum IKA PL, Ichsan Perwira Kurniagung, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata solidaritas alumni.
“Anak-anak pejuang kanker memberi kita pelajaran tentang keberanian. Kehadiran kita di sini adalah bentuk cinta dan dukungan untuk mereka,” katanya.
Dengan semangat brotherhood, para alumni menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan dapat menjadi energi positif untuk memberi harapan baru bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi