- Transformasi digital menjadi kunci penting bagi sistem kesehatan Indonesia untuk menghadirkan layanan yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global.
- Bethsaida Healthcare meraih penghargaan “Best Digital Transformation & Integrated Healthcare Innovation” atas keberhasilannya menerapkan teknologi seperti EMR dan AI-Assisted Clinical Monitoring.
- CEO Norman Daulay menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun layanan kesehatan yang human-centered dan berdampak luas.
Suara.com - Transformasi digital kini menjadi pilar utama dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing global.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi layanan kesehatan bukan lagi sekadar tren, tetapi kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan akses, kecepatan, dan kualitas pelayanan medis di era pascapandemi.
Melalui penerapan sistem berbasis data, teknologi kecerdasan buatan, hingga rekam medis elektronik yang terintegrasi, dunia kesehatan Indonesia mulai beranjak menuju ekosistem baru yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Digitalisasi memungkinkan proses diagnosis, perawatan, dan pemantauan pasien dilakukan lebih cepat, akurat, dan berkesinambungan, bahkan lintas fasilitas kesehatan.
Menurut para pelaku industri, digitalisasi bukan hanya mempermudah tenaga medis, tetapi juga meningkatkan pengalaman pasien secara signifikan.
“Transformasi digital adalah fondasi ekosistem kesehatan yang tangguh, efektif, dan berdampak luas,” ujar Norman Daulay, CEO Bethsaida Healthcare.
Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah nyata Bethsaida Healthcare, yang baru saja meraih penghargaan “Best Digital Transformation & Integrated Healthcare Innovation” dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2025.
Penghargaan diserahkan langsung oleh L. Rizka Andalusia, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, kepada Norman Daulay di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Bethsaida Healthcare dinilai berhasil menerapkan transformasi digital secara menyeluruh melalui sistem Advanced Electronic Medical Record (EMR), Digitalized Patient Journey, Integrated Medical Device, hingga AI-Assisted Clinical Monitoring.
Baca Juga: Profil Baek Se-hee, Penulis Buku I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki Meninggal Dunia
Inovasi ini menghadirkan pelayanan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Capaian validasi HIMSS EMRAM Tingkat 6 menegaskan langkah kami menuju Smart Hospital, dengan EMR terintegrasi, layanan yang makin aman, efisien, dan mudah diakses,” tambah Norman.
Melalui jaringan seperti Bethsaida Hospital Gading Serpong, Bethsaida Hospital Serang, Seraphim Wellness Center, Clinic Aniva, dan Clinic Petals, Bethsaida mengembangkan model pelayanan “Human-Centered, Digitally Empowered”.
Pendekatan ini memperkuat hubungan antara teknologi dan sentuhan manusia dalam perawatan pasien. Transformasi digital bukan hanya tentang mesin dan data, melainkan tentang bagaimana teknologi mampu menghadirkan empati, kecepatan, dan kepastian layanan bagi masyarakat.
Seperti ditegaskan Norman, penghargaan ini menjadi energi baru untuk terus berinovasi dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh dan berdaya saing global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus