-
- Jawa Timur dan Indonesia Timur selama ini menghadapi keterbatasan layanan medis berteknologi tinggi sehingga banyak pasien harus berobat ke luar daerah atau luar negeri.
- Fasilitas kesehatan baru di Surabaya hadir dengan teknologi pencitraan mutakhir, layanan kanker terpadu, operasi robotik, dan rehabilitasi komprehensif.
- Pemerintah pusat dan daerah berharap kehadiran fasilitas ini memperkuat pemerataan layanan rujukan dan mengurangi beban pasien dari wilayah timur Indonesia.
Suara.com - Kebutuhan akan layanan kesehatan rujukan yang lebih lengkap dan modern masih menjadi tantangan besar di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.
Tidak sedikit pasien dengan penyakit kronis atau kondisi kompleks harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta, bahkan ke luar negeri, demi mendapatkan pemeriksaan lanjutan atau tindakan medis berteknologi tinggi.
Keterbatasan fasilitas pencitraan mutakhir, layanan kanker terpadu, hingga ruang tindakan khusus menjadi salah satu penyebab tingginya arus pasien keluar daerah. Di Surabaya sendiri, pertumbuhan kebutuhan terhadap layanan kesehatan berstandar tinggi dalam beberapa tahun terakhir semakin terasa.
Kota ini terus berkembang sebagai pusat rujukan medis di Indonesia Timur, tetapi beban layanan dan disparitas fasilitas antar rumah sakit masih menjadi kendala. Pasien kerap menghadapi antrean panjang, keterbatasan alat, hingga kurangnya layanan rehabilitasi terpadu. Kondisi tersebut mendorong perlunya pusat layanan kesehatan yang mampu menangani kasus kompleks secara komprehensif di satu tempat.
Di tengah kebutuhan tersebut, persaingan layanan kesehatan di Surabaya juga semakin ketat. Berbagai rumah sakit berlomba memperbarui perangkat dan memperluas layanan, namun tidak semuanya mampu menghadirkan teknologi terbaru sekaligus pendekatan perawatan yang terintegrasi.
Kehadiran fasilitas baru yang menggabungkan teknologi tinggi, tenaga spesialis multidisiplin, dan layanan pascarehabilitasi yang lengkap menjadi kebutuhan mendesak bagi pasien yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Menjawab kondisi itu, Siloam Hospitals Surabaya meresmikan Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC), pusat layanan kesehatan berstandar global yang dihadirkan sebagai langkah strategis memperkuat akses layanan rujukan di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Peresmian yang digelar pada Kamis (20/11/2025) ini menandai fokus rumah sakit pada tiga layanan unggulan: kardiologi, onkologi, dan ortopedi.
Gedung 11 lantai dengan 212 tempat tidur ini dilengkapi beragam teknologi medis mutakhir, mulai dari CT Scan 512 Slices, PET scan, MRI 1.5 Tesla, hingga Linear Accelerator (LINAC) untuk penanganan kanker. Cath Lab dan teknologi robotik CUVIS Joint juga menjadi fasilitas unggulan untuk pembedahan berbasis navigasi. Untuk mendukung pemulihan pasien, MRCAC menyediakan Hydrotherapy Pool, snoezelen room, sensory integration, hingga terapi fisik dan wicara.
Saat peresmian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakilkan oleh Kombes Pol. dr. M. Khusnan Marzuki, M.M. mengapresiasi kontribusi layanan ini.
Baca Juga: Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat
“Pemerataan akses tidak hanya terkait jumlah fasilitas, tetapi juga kelengkapan layanan dan kompetensi rumah sakit. Kehadiran Siloam Hospitals Surabaya diharapkan dapat mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur, serta menjadi rujukan bagi masyarakat luar daerah yang membutuhkan layanan komprehensif tanpa harus berobat ke luar negeri,” ujarnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, M.Kes., yang mewakili Kementerian Kesehatan, juga menegaskan pentingnya transformasi layanan rujukan nasional.
“Transformasi layanan rujukan nasional saat ini diarahkan melalui peningkatan akses dan jaringan rumah sakit, penerapan sistem rujukan berbasis kompetensi yang terintegrasi, standarisasi pelayanan berkualitas tinggi, serta penguatan penanganan 10 penyakit prioritas nasional. Sebagai mitra swasta, Siloam Hospitals Surabaya berkomitmen mendukung agenda ini melalui hadirnya MRCAC yang menawarkan layanan unggulan di bidang kardiologi, onkologi, dan ortopedi,” ujarnya.
Didukung 175 dokter spesialis dari 24 spesialisasi dan 56 subspesialisasi, MRCAC ditargetkan menjadi pusat rujukan utama di Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Pendiri Siloam International Hospitals, Dr. Mochtar Riady, menyampaikan, “Pembangunan MRCAC adalah wujud nyata visi kami untuk memberikan layanan kesehatan berstandar global yang berpadu dengan empati dan kepedulian. Melalui fasilitas ini, kami ingin memastikan masyarakat Surabaya dan Indonesia Timur dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik...”
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan