- Penelitian menunjukkan terapi IDegAsp efektif menurunkan gula darah pada diabetes tipe 1 dan 2, dengan penurunan HbA1c lebih dari 3% dan risiko hipoglikemia sangat rendah.
- Terapi IDegAsp aman dengan hampir 100% pasien tidak mengalami hipoglikemia, menjadikannya pilihan terapi yang nyaman.
- IDegAsp kini tersedia melalui JKN, memberikan solusi pengendalian diabetes yang lebih terjangkau dan efektif.
Suara.com - Diabetes kini menjadi salah satu penyakit yang semakin banyak diderita masyarakat Indonesia. Menyikapi kebutuhan pengobatan yang efektif dan aman, penelitian terbaru dari RSUD Dr. Zainoel Abidin/FK Universitas Syiah Kuala Banda Aceh membawa kabar baik bagi penderita diabetes.
Studi yang dilakukan pada 550 pasien, baik dengan diabetes tipe 1 maupun tipe 2, menunjukkan bahwa penggunaan insulin degludec/insulin aspart (IDegAsp) efektif menurunkan kadar gula darah dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Penelitian ini adalah yang pertama di Indonesia dan menjadi bukti lokal penting bagi terapi diabetes dengan IDegAsp.
Dalam penelitian ini, IDegAsp menunjukkan hasil yang signifikan, baik dalam penurunan gula darah saat puasa (FPG) maupun setelah makan (PPG), serta menurunkan HbA1c lebih dari 3% pada pasien diabetes tipe 2 dan tipe 1 dalam kurun waktu 12 bulan.
Dr. dr. Hendra Zufry, Sp.PD, K-EMD, yang memimpin penelitian ini, menyatakan bahwa temuan ini sangat penting, terutama karena mayoritas pasien yang terlibat adalah pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal ini membuka peluang untuk memperkuat panduan klinis dan kebijakan terkait penanganan diabetes di Indonesia.
“Penelitian ini tidak hanya memberikan bukti efektivitas terapi IDegAsp, tetapi juga mengharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk keberlanjutan dan perluasan akses terapi ini, yang sudah masuk dalam layanan JKN sejak 2021,” ujar Dr. Hendra.
Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa 97% pasien diabetes tipe 2 tidak mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) sama sekali selama pemantauan, yang biasanya menjadi kekhawatiran utama pasien dalam terapi insulin.
Bahkan, tidak ada pasien tipe 1 yang melaporkan hipoglikemia, yang selama ini menjadi hambatan bagi banyak penderita diabetes untuk mendapatkan pengobatan insulin yang optimal.
Baca Juga: Program Prolanis Bantu Penderita Diabetes Tetap Termotivasi Jalani Hidup Lebih Sehat
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa IDegAsp dapat menurunkan gula darah secara signifikan dan stabil, baik saat puasa maupun setelah makan, yang merupakan tantangan bagi banyak pasien diabetes.
Pada diabetes tipe 2, gula darah saat puasa (FPG) turun hingga 105 mg/dL dan gula darah setelah makan (PPG) turun 180 mg/dL. Sementara itu, pada diabetes tipe 1, FPG turun 119 mg/dL dan PPG turun 190 mg/dL, yang memberikan gambaran betapa efektifnya terapi ini dalam mengontrol gula darah.
Terapi IDegAsp juga terbukti aman digunakan dalam jangka panjang. Meskipun ada peningkatan kecil dalam berat badan beberapa pasien, kondisi ini masih dapat dikelola dengan pengawasan medis yang baik.
Dosis insulin dapat disesuaikan secara berkala berdasarkan pemantauan gula darah, yang memastikan terapi tetap optimal dan sesuai kebutuhan pasien.
Dengan angka pasien diabetes yang terus meningkat di Indonesia, terapi IDegAsp menjadi solusi yang sangat menjanjikan. Penggunaan terapi ini yang sudah tercakup dalam JKN memungkinkan lebih banyak pasien mendapatkan pengobatan yang lebih terjangkau dan efektif.
Penelitian ini memberi harapan baru bagi pasien diabetes untuk mengelola penyakit mereka dengan lebih baik, mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, dan meningkatkan kualitas hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?