- Kaki datar (flat foot) sangat umum pada bayi karena struktur kaki belum berkembang optimal dan lapisan lemak tebal.
- Kondisi kaki datar fisiologis umumnya membaik sendiri optimal saat anak mencapai usia sekitar enam tahun.
- Orang tua perlu waspada jika muncul nyeri, kelelahan, atau sepatu cepat aus setelah usia enam tahun.
Suara.com - Banyak orang tua langsung cemas saat melihat telapak kaki anak tampak datar atau tidak memiliki lengkungan. Padahal, kondisi ini sangat umum dan sering kali merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak.
Hampir semua bayi terlahir dengan kaki datar (flat foot). Pada fase awal kehidupan, struktur tulang, ligamen, dan otot kaki belum berkembang sempurna. Ditambah lagi, lapisan lemak di telapak kaki bayi masih cukup tebal sehingga lengkungan alami belum tampak saat anak berdiri atau berjalan.
Flat foot sendiri adalah kondisi ketika lengkungan telapak kaki tidak terlihat jelas saat kaki menapak. Pada anak-anak, kondisi ini umumnya bersifat fisiologis dan akan membaik seiring pertumbuhan.
“Kaki datar pada anak usia dini umumnya tidak berbahaya. Lengkungan kaki biasanya baru terbentuk optimal sekitar usia enam tahun,” ujar Mario dari The Sole Studio.
Ia menegaskan, selama anak tidak mengeluhkan nyeri, cepat lelah, atau kesulitan bergerak, orang tua tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan bila setelah usia tersebut lengkungan kaki belum juga terbentuk atau mulai muncul keluhan.
Tanda Kaki Datar Perlu Diwaspadai
Orang tua disarankan mulai memperhatikan kondisi kaki anak jika muncul tanda-tanda berikut:
- Sepatu anak cepat aus di satu sisi akibat pola pijakan yang tidak seimbang
- Anak mudah lelah saat berjalan jauh atau bermain lama
- Keluhan nyeri pada kaki, tumit, atau betis setelah beraktivitas
- Anak sering terjatuh atau tampak kurang seimbang saat berjalan dan berlari
- Jika gejala-gejala ini muncul, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan.
Cara Mendukung Perkembangan Kaki Anak
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu perkembangan kaki anak secara optimal:
Baca Juga: 5 Sepatu Lokal dengan Arch Support untuk Kaki Datar, Empuk Dipakai Jalan Jauh
1. Biasakan anak beraktivitas tanpa alas kaki
Berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang aman membantu otot-otot kaki bekerja lebih aktif dan mendukung pembentukan lengkungan alami.
2. Pilih sepatu yang tepat
Gunakan sepatu dengan ukuran pas, fleksibel, dan nyaman. Hindari sepatu yang terlalu keras atau sempit karena dapat menghambat gerak alami kaki.
3. Amati pola berjalan secara berkala
Perhatikan apakah anak sering mengeluh nyeri atau tampak tidak nyaman setelah beraktivitas. Deteksi dini dapat mencegah masalah berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam