- Pembangunan hunian sementara dan tetap bagi korban banjir Aceh Tamiang dipercepat menjelang Idulfitri melibatkan TNI-Polri.
- Hingga 8 Maret 2026, BNPB telah menyelesaikan pembangunan 1.771 unit huntara di 25 lokasi strategis.
- Sebanyak 1.339 KK menempati hunian layak dilengkapi perabotan serta fasilitas dasar gratis seperti air bersih.
Suara.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat.
TNI-Polri serta berbagai pihak lain terlibat dalam proses pembangunan dan pengerjaan di lapangan.
Personel Polsek Kejuruan Muda, misalnya, mereka terpantau melaksanakan kegiatan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan huntara dan huntap bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (9/3/2026).
Sementara itu, di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau Pauh, anggota TNI juga membantu proses pembangunan hunian bagi warga. Terpantau sejumlah anggota TNI mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dipindahkan ke lantai huntara.
Pasir tersebut nantinya digunakan untuk proses pencampuran semen dan batu guna memperkuat struktur bangunan.
Di lokasi tersebut tampak berjejer bangunan semi permanen yang disiapkan sebagai hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Pembangunan huntara dan huntap ini diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus menjadi bagian dari percepatan pemulihan kondisi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hingga Minggu, 8 Maret 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga terkait telah berhasil membangun 1.771 unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di 25 lokasi strategis.
Sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) kini menempati hunian yang lebih layak dan dilengkapi dengan perabotan penunjang dari BNPB, Kementerian Sosial, serta berbagai lembaga kemanusiaan.
Baca Juga: Alasan Jepang Enggan Kutuk Serangan Israel, Ini 5 Faktanya!
Selain unit hunian, fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik juga disediakan secara gratis untuk meringankan beban warga.
Berita Terkait
-
Senin 9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Simak Perbedaan Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
-
Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Idulfitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia
-
Mencari Lailatul Qadar: Malam Ganjil Versi Muhammadiyah atau Pemerintah?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter