News / Nasional
Senin, 09 Maret 2026 | 16:24 WIB
Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat menjelang Hari Raya Idulfitri. (Suara.com/Foto dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Pembangunan hunian sementara dan tetap bagi korban banjir Aceh Tamiang dipercepat menjelang Idulfitri melibatkan TNI-Polri.
  • Hingga 8 Maret 2026, BNPB telah menyelesaikan pembangunan 1.771 unit huntara di 25 lokasi strategis.
  • Sebanyak 1.339 KK menempati hunian layak dilengkapi perabotan serta fasilitas dasar gratis seperti air bersih.

Suara.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat.

TNI-Polri serta berbagai pihak lain terlibat dalam proses pembangunan dan pengerjaan di lapangan.

Personel Polsek Kejuruan Muda, misalnya, mereka terpantau melaksanakan kegiatan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan huntara dan huntap bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (9/3/2026).

Sementara itu, di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau Pauh, anggota TNI juga membantu proses pembangunan hunian bagi warga. Terpantau sejumlah anggota TNI mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dipindahkan ke lantai huntara.

Pasir tersebut nantinya digunakan untuk proses pencampuran semen dan batu guna memperkuat struktur bangunan.

Di lokasi tersebut tampak berjejer bangunan semi permanen yang disiapkan sebagai hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

Pembangunan huntara dan huntap ini diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus menjadi bagian dari percepatan pemulihan kondisi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Hingga Minggu, 8 Maret 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga terkait telah berhasil membangun 1.771 unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di 25 lokasi strategis.

Sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) kini menempati hunian yang lebih layak dan dilengkapi dengan perabotan penunjang dari BNPB, Kementerian Sosial, serta berbagai lembaga kemanusiaan. 

Baca Juga: Alasan Jepang Enggan Kutuk Serangan Israel, Ini 5 Faktanya!

Selain unit hunian, fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik juga disediakan secara gratis untuk meringankan beban warga.

Load More