- Hantavirus menyebar melalui urin, kotoran, dan air liur tikus.
- Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, mual, dan sesak napas.
- Kasus hantavirus tipe HFRS sudah ditemukan di Indonesia sejak lama.
Suara.com - Penyakit hantavirus kembali menjadi perhatian khalayak setelah muncul laporan infeksi pada kapal pesiar MV Hondius.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.
Virus ini berkaitan erat dengan keberadaan tikus, terutama di lingkungan padat penduduk dan sanitasi yang kurang baik.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hantavirus bukan penyakit baru di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa virus ini sudah ditemukan sejak puluhan tahun lalu.
Lantaran gejalanya mirip penyakit lain seperti tifus atau dengue, hantavirus sering tidak terdeteksi. Padahal, pada kondisi berat, infeksi ini dapat menyerang paru-paru hingga ginjal.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah virus yang umumnya menyebar melalui tikus atau rodensia. Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia lewat udara yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus.
Berbeda dengan influenza, hantavirus umumnya tidak mudah menular antar-manusia. Penularan lebih sering terjadi akibat paparan lingkungan yang tercemar.
Di Indonesia, jenis hantavirus yang paling sering ditemukan adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini banyak dibawa oleh tikus rumah seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus yang hidup dekat dengan manusia.
Penyebab Hantavirus
Penyebab utama hantavirus adalah paparan virus dari tikus yang terinfeksi. Penularannya sering terjadi tanpa disadari karena virus bisa bercampur dengan debu di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
Berikut beberapa penyebab dan cara penularan hantavirus yang perlu diketahui.
1. Menghirup Debu yang Terkontaminasi
Partikel kecil dari urin, feses, atau air liur tikus dapat bercampur di udara. Saat debu tersebut terhirup, virus bisa masuk ke saluran pernapasan manusia.
Risiko biasanya meningkat saat membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area kotor yang banyak terdapat tikus.
2. Kontak Langsung dengan Tikus
Menyentuh tikus hidup maupun mati tanpa perlindungan juga dapat meningkatkan risiko penularan. Virus bisa masuk melalui tangan yang terluka atau selaput lendir.
3. Menyentuh Permukaan Terkontaminasi
Meja, lantai, atau barang yang terkena kotoran tikus dapat menjadi media penyebaran virus. Risiko bertambah bila tangan yang terkontaminasi menyentuh area mata, hidung, atau mulut.
4. Lingkungan dengan Sanitasi Buruk
Permukiman padat dan pengelolaan sampah yang tidak baik menjadi habitat ideal bagi tikus. Kondisi tersebut membuat potensi penyebaran hantavirus lebih tinggi.
Gejala Hantavirus
Gejala hantavirus pada tahap awal sering menyerupai penyakit umum lain. Oleh karena itu, banyak kasus tidak langsung dikenali. Beberapa gejala awal hantavirus meliputi berikut ini.
- Demam
- Nyeri otot
- Tubuh lemas
- Mual dan muntah
- Sakit kepala
- Nyeri perut
Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan atau masalah pada ginjal.
Dua Jenis Penyakit akibat Hantavirus
Hantavirus memiliki dua bentuk penyakit utama yang cukup berbahaya.
1. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
HFRS lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, termasuk Indonesia. Penyakit ini menyerang ginjal dan pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan perdarahan hingga gagal ginjal.
Kementerian Kesehatan mencatat sejak 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus HFRS di Indonesia.
2. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS lebih sering ditemukan di wilayah Amerika. Penyakit ini menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan sesak napas akut hingga gagal napas.
Kasus tipe HPS belum ditemukan di Indonesia. Kemenkes juga menegaskan bahwa hantavirus di Indonesia berbeda dengan kasus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Mengapa Hantavirus Sulit Terdeteksi?
Hantavirus sering disebut sebagai silent threat atau ancaman tersembunyi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti dengue, tifus, dan leptospirosis.
Akibatnya, banyak kasus kemungkinan salah diagnosis atau tidak terdeteksi sama sekali. Kondisi ini membuat hantavirus tampak jarang terjadi, padahal virusnya masih beredar di lingkungan.
Cara Mencegah Hantavirus
Lantaran belum ada vaksin yang digunakan secara luas, langkah pencegahan menjadi hal paling penting.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko hantavirus antara lain sebagai berikut.
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
- Menghindari penumpukan sampah.
- Menutup akses masuk tikus ke rumah.
- Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu.
- Mencuci tangan setelah kontak dengan area kotor.
- Mengendalikan populasi tikus di lingkungan sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?