-
Lensa HALT efektif memperlambat pertambahan minus mata anak sebesar 67 persen.
-
Teknologi Lensa HALT bekerja menggunakan ribuan lensa mikro berbentuk asferis.
-
Inovasi Lensa HALT kini sudah tersedia di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung
Suara.com - Miopia pada anak yang terus meningkat mendorong penemuan lensa kacamata yang bisa mencegah pertumbuhan bola mata penyebab rabun jauh, seperti teknologi Highly Aspherical Lenslet Target alias lensa HALT.
Lensa HALT mulai banyak dibicarakan karena dinilai mampu memperlambat pertambahan minus mata pada anak, bukan sekadar membantu melihat lebih jelas seperti kacamata biasa.
Apalagi, rabun jauh pada anak bisa meningkat seiring bertambahnya usia. Akibatnya, jumlah minus dapat bertambah besar saat dewasa.
"Bahwa miopia pada anak tidak cukup hanya dikoreksi, tetapi juga perlu dideteksi dan ditangani sejak awal agar risiko gangguan penglihatan yang lebih serius di kemudian hari dapat ditekan," ujar Dokter Spesialis Anak di Divisi Refraksi, Low Vision, dan Lensa Kontak RS Mata Cicendo, dr. Susanti Natalya, Sp.M(K), M.Kes. melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (21/5/2025).
dr. Susanti menjelaskan beberapa gejala miopia pada anak, yaitu kesulitan melihat objek jauh dengan jelas, sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan layar atau papan tulis, serta keluhan seperti sakit kepala atau mata mudah lelah.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan setengah populasi dunia berisiko mengalami miopia pada tahun 2050 jika tidak ada upaya pengendalian yang efektif.
Risiko ini meningkat akibat kombinasi faktor genetik dan gaya hidup modern, seperti terlalu lama melihat layar dan minim aktivitas luar ruangan.
"Sejumlah faktor yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko maupun progresivitas miopia antara lain riwayat keluarga, kebiasaan melihat pada jarak dekat dalam waktu lama, jarak baca yang terlalu dekat, serta kurangnya waktu beraktivitas di luar ruang," terang dr. Susanti.
Adapun lensa HALT bekerja menggunakan ribuan lensa mikro berbentuk asferis yang tersebar di permukaan lensa kacamata.
Baca Juga: Sepatu Hoka Terbaru Seri Apa? Ini 5 Pilihan untuk Lari dan Lifestyle Lengkap Harganya
Struktur tersebut menciptakan sinyal optik khusus untuk membantu memperlambat pertumbuhan bola mata yang menjadi lebih panjang sebagai penyebab utama rabun jauh bertambah.
Teknologi HALT dirancang bukan hanya untuk mengoreksi penglihatan, tetapi juga membantu mengendalikan progresivitas miopia pada anak.
Berbeda dari lensa biasa yang hanya memfokuskan cahaya tepat di retina agar penglihatan menjadi jelas, HALT menciptakan apa yang disebut sebagai “volume defokus” di depan retina.
Sinyal ini memberi rangsangan pada mata agar pertumbuhan panjang bola mata melambat.
Menurut penjelasan dari platform edukasi kesehatan mata My Kids Vision, teknologi HALT menggunakan lebih dari seribu lenslet kecil yang disusun melingkar di sekitar area tengah lensa.
Area tengah tetap memberikan penglihatan tajam, sementara lenslet di sekitarnya menghasilkan sinyal optik yang membantu mengontrol pertumbuhan mata yang memanjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu