- Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik mengalami stroke serta serangan jantung meski merasa menjalani pola hidup sehat.
- Hipertensi sering menjadi penyebab utama komplikasi serius yang tidak disadari karena minimnya gejala fisik secara klinis.
- Omron meluncurkan tensimeter Seri EZ dan IQ untuk mempermudah masyarakat memantau tekanan darah secara mandiri di rumah.
Menurut Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), Dr. Eka Harmeiwaty, hipertensi memang sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dampaknya sangat berbahaya.
“Hipertensi sering tidak bergejala, tetapi dampaknya bisa sangat serius, termasuk komplikasi stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, dan kepikunan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pengukuran tekanan darah yang benar dan akurat, termasuk pemeriksaan mandiri di rumah menggunakan alat yang telah tervalidasi klinis.
Dr. Eka juga mengingatkan bahwa hipertensi sering berkaitan dengan gangguan irama jantung atrial fibrillation (AFib), kondisi yang meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Karena sifat AFib yang bisa muncul dan hilang, pemantauan rutin menjadi sangat penting untuk deteksi dini.
Kesadaran inilah yang kemudian mendorong Omron Healthcare Indonesia meluncurkan Tensimeter Seri EZ & IQ di Indonesia dalam momentum Hari Hipertensi Sedunia.
Menurut Director Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, inovasi terbaru ini dirancang agar masyarakat lebih mudah memantau tekanan darah dari rumah.
“Melalui Tensimeter Seri EZ & IQ, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk memantau tekanan darah secara akurat, cepat, dan nyaman dari rumah,” ujarnya.
Seri EZ ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan tensimeter praktis dengan pengoperasian satu sentuhan dan teknologi IntelliSense untuk pengukuran yang cepat dan nyaman. Seri ini juga lebih hemat energi dibanding generasi sebelumnya.
Sementara itu, Seri IQ hadir dengan fitur lebih canggih, termasuk layar lebih besar, manset yang lebih nyaman, serta teknologi IntelliSense AFib berbasis AI yang membantu mendeteksi indikasi atrial fibrillation dalam setiap pengukuran tekanan darah.
Baca Juga: Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
Inovasi ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kasus hipertensi dan penyakit ginjal kronis pada usia produktif. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan kelompok usia 25–34 tahun juga mulai banyak menjalani hemodialisis atau cuci darah, dengan hipertensi sebagai salah satu penyebab utamanya.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kisah Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik menjadi pengingat penting bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya merasa sehat. Tubuh sering memberi sinyal yang halus, sementara hipertensi dapat berkembang diam-diam sebagai silent killer.
Karena itu, langkah sederhana seperti rutin mengecek tekanan darah di rumah, menjaga pola makan, aktif bergerak, tidur cukup, dan mengelola stres bisa menjadi investasi besar untuk mencegah stroke maupun serangan jantung di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu