Suara.com - Mata sering disebut sebagai jendela dunia. Namun ketika kornea, lapisan bening yang berada di bagian paling depan mata, mengalami kerusakan, dunia yang sebelumnya terlihat jelas dapat berubah menjadi buram bahkan gelap. Bagi jutaan orang di seluruh dunia, penyakit kornea menjadi penyebab hilangnya penglihatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup, kemandirian, dan kesehatan mental.
Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis telah membuka harapan baru. Melalui transplantasi kornea, banyak pasien yang sebelumnya kehilangan penglihatan kini dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Menurut Prof Marcus Ang, Head and Senior Consultant, Corneal and External Eye Disease Department, Singapore National Eye Centre (SNEC), penyakit kornea masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di dunia.
"Kebutaan kornea terjadi ketika kornea mengalami kerusakan atau penyakit sehingga cahaya tidak dapat masuk ke mata dengan baik. Akibatnya, penglihatan menjadi terganggu atau bahkan menyebabkan kebutaan," jelas Prof Marcus Ang.
Penyebab Kebutaan yang Sering Terlupakan
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit mata seperti katarak dan glaukoma, penyakit kornea sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal dampaknya sangat besar.
Secara global, penyakit kornea menyumbang sekitar 5 persen dari seluruh kasus kebutaan di dunia. Angka tersebut menjadikan gangguan kornea sebagai salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan yang membutuhkan penanganan dokter spesialis mata serta tindakan transplantasi kornea.
Kornea yang sehat berfungsi sebagai jendela transparan yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam mata. Ketika kejernihan kornea terganggu akibat penyakit atau cedera, kemampuan mata untuk menangkap dan memproses cahaya pun ikut menurun.
Berbagai Penyebab Kerusakan Kornea
Baca Juga: 4 Risiko Kerusakan Mata akibat Penggunaan Softlens yang Tidak Tepat
Prof Marcus menjelaskan bahwa terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan kornea hingga mengakibatkan kebutaan.
Salah satu penyebab paling umum adalah keratitis atau infeksi kornea. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus dan berpotensi meninggalkan jaringan parut permanen yang mengganggu kejernihan kornea.
"Infeksi mata atau keratitis merupakan salah satu penyebab penting kerusakan kornea. Jika terjadi luka yang berat atau jaringan parut, penglihatan dapat menurun secara signifikan," ujarnya.
Selain infeksi, terdapat pula penyakit degeneratif seperti Fuchs Endothelial Corneal Dystrophy. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan kornea akibat gangguan pada sel endotel yang berfungsi menjaga kornea tetap jernih.
Penyebab lainnya adalah pembengkakan kornea setelah operasi mata, terutama operasi katarak, serta cedera akibat benturan, trauma, atau paparan bahan kimia yang dapat merusak struktur kornea secara permanen.
Gejala Awal
Tag
Berita Terkait
-
1 Dari 1000 Orang Indonesia Alami Buta Akibat Kerusakan Kornea, Donor Mata Jadi jadi Terbaiknya
-
Duh, Gegara Tenis Kornea Mata Nagita Slavina Robek: Ini Cara Memberikan Pertolongan Pertama
-
4 Risiko Kerusakan Mata akibat Penggunaan Softlens yang Tidak Tepat
-
Apa Itu Astigmatisme yang Diderita Eiichiro Oda? Ini Penyebab dan Gejala Penyakit Sang Mangaka One Piece
-
Kisah Haru Fransiska Ncis: Meninggal Setahun Usai Donor Ginjal, Kini Relakan Kornea Mata
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum