Health / Konsultasi
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD (Freepik/jcomp)
Baca 10 detik
  • Perubahan iklim dan fenomena El Nino pada 2026 mempercepat siklus hidup nyamuk Aedes aegypti serta meningkatkan risiko penyebaran DBD di Indonesia.
  • Kemenkes RI mengimbau masyarakat menerapkan 3M Plus dan vaksinasi untuk menekan beban ekonomi DBD yang mencapai Rp9 triliun pada 2024.
  • PT Takeda menyelenggarakan edukasi "ABCD Land" di Jakarta pada Juni 2026 guna meningkatkan kesadaran publik dalam pencegahan DBD secara menyeluruh.

"Menerapkan 3M Plus dan mengenali gejala DBD sejak dini tetap penting. Selain itu, pendekatan yang benar-benar komprehensif termasuk perlindungan dari dalam melalui vaksinasi, juga dapat membantu mengurangi risiko hospitalisasi dan komplikasi akibat DBD," katanya.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat inilah yang turut dilakukan PT Takeda Innovative Medicines melalui kegiatan edukasi publik bertajuk "ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD!" pada 20–21 Juni 2026 di Urban Forest, Jakarta. 

Kegiatan yang merupakan bagian dari inisiatif Langkah Bersama Cegah DBD ini digelar bertepatan dengan peringatan ASEAN Dengue Day.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman dengue.

"DBD masih menjadi penyakit serius yang mengancam jiwa di seluruh Indonesia, dan bebannya terus bertumbuh. Kita belum bisa berpuas diri dan tidak boleh lengah," ujarnya.

Melalui edukasi, konsultasi kesehatan, permainan interaktif, dan sesi berbagi bersama para ahli, ABCD Land mengajak keluarga Indonesia menjadikan pencegahan DBD sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. 

Sebab, di tengah ancaman perubahan iklim, langkah perlindungan yang dilakukan sejak dini dapat menjadi benteng terbaik untuk menjaga kesehatan keluarga.

Load More