- Dokter Felianty Badralany menyarankan orang tua memeriksa nilai gizi dan frekuensi konsumsi susu anak.
- Orang tua wajib menyesuaikan produk dengan usia anak serta memahami aturan konsumsi susu kental manis.
- BPOM mengimbau orang tua menerapkan prinsip Cek KLIK untuk memastikan keamanan produk susu sebelum dibeli.
Suara.com - Memilih susu untuk anak tidak selalu sesederhana membandingkan harga di rak toko. Produk dengan harga lebih murah memang bisa terlihat lebih ramah bagi anggaran keluarga, sementara harga yang lebih tinggi kerap dianggap menawarkan kandungan atau manfaat yang lebih lengkap.
Padahal, menurut dokter spesialis gizi RS Permata Depok, dr. Felianty Badralany Sp.G.K., ada hal yang jauh lebih penting untuk diperhatikan orang tua sebelum membeli susu anak, yakni informasi nilai gizi pada kemasan.
“Harus dilihat dari informasi nilai gizi yang tertera pada label kemasan. Selain itu orang tua perlu menghitung frekuensi anak dalam mengonsumsi susu,” ujar dr. Felianty.
Artinya, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat bagian depan kemasan yang biasanya menampilkan berbagai klaim produk. Informasi seperti kandungan vitamin dan mineral, tinggi kalsium, hingga klaim mengenai kemasan dapat menjadi pertimbangan, tetapi tetap perlu disandingkan dengan tabel informasi nilai gizi.
Tabel tersebut membantu orang tua mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat dalam produk sekaligus mempertimbangkan seberapa sering anak mengonsumsinya. Dengan begitu, pemilihan susu tidak semata-mata didasarkan pada harga atau tampilan produk.
Sesuaikan dengan Usia Anak
Selain membaca kandungan gizi, orang tua juga perlu memastikan produk yang dipilih memang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Kebutuhan nutrisi pada setiap tahap pertumbuhan dapat berbeda, sehingga petunjuk penggunaan serta kelompok usia yang tercantum pada kemasan penting untuk diperhatikan.
Jangan sampai keputusan membeli hanya karena harga lebih murah atau adanya promosi membuat produk digunakan tidak sesuai peruntukannya.
Salah satu produk yang perlu dipahami penggunaannya adalah susu kental manis (SKM). BPOM menyatakan SKM tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi dan tidak dianjurkan dikonsumsi sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu.
Produk tersebut dapat digunakan sebagai topping, pelengkap, atau campuran makanan dan minuman. Karena itu, mengenali jenis produk menjadi bagian penting sebelum orang tua memasukkannya ke dalam pola konsumsi anak.
Jangan Lupa Cek KLIK
Setelah memastikan kandungan dan peruntukan produk, aspek keamanan juga tidak boleh dilewatkan. BPOM memperkenalkan prinsip Cek KLIK, yaitu Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa.
Orang tua perlu memastikan kemasan masih dalam kondisi baik dan tidak rusak. Informasi pada label juga perlu dibaca untuk mengetahui detail produk. Selanjutnya, pastikan produk memiliki izin edar dan belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Langkah ini semakin penting ketika pembelian dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk marketplace dan toko daring.
Selain itu, kredibilitas produsen dapat menjadi pertimbangan. Orang tua dapat mencari informasi mengenai pengalaman perusahaan dalam memproduksi produk pangan atau susu, fasilitas produksi, standar dan sertifikasi yang relevan, serta rekam jejak kepatuhan terhadap regulasi.
Pada akhirnya, memilih susu anak bukan sekadar mencari produk dengan harga paling murah. Membaca label gizi, memperhatikan frekuensi konsumsi, memastikan kesesuaian usia, serta mengecek keamanan dan kredibilitas produk dapat membantu orang tua membuat pilihan berdasarkan informasi yang lebih lengkap.