- Penyakit katup jantung yang dipicu faktor usia atau bawaan dapat menyebabkan gagal jantung akibat aliran darah terganggu.
- Gejala klasik seperti sesak napas dan kelelahan saat beraktivitas perlu diperiksakan agar tidak ditangani terlalu terlambat.
- Teknologi medis minimal invasif seperti TAVI kini hadir sebagai alternatif penggantian katup tanpa operasi dada terbuka.
Suara.com - Sesak napas setelah berjalan atau menaiki tangga, tubuh cepat lelah, hingga stamina yang perlahan menurun kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, bila keluhan tersebut semakin sering muncul dan kemampuan beraktivitas terus menurun, kondisi itu bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung, termasuk penyakit katup jantung.
Penyakit katup jantung terjadi ketika salah satu katup yang mengatur aliran darah di dalam jantung mengalami gangguan. Kondisinya dapat berkembang perlahan dan pada tahap awal gejalanya bisa terlihat seperti keluhan umum akibat kelelahan atau bertambahnya usia.
Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan katup dapat membuat jantung bekerja semakin keras hingga akhirnya melemah dan berkembang menjadi gagal jantung.
Cardiologist Mount Elizabeth Hospitals, Dr Edgar Tay, dalam sesi interview secara online bersama Suara.com, mengatakan sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan memang merupakan beberapa gejala yang dapat muncul pada penyakit jantung. Namun, keluhan serupa juga bisa disebabkan oleh kondisi lain sehingga tidak selalu mudah dikenali.
“Beberapa gejala seperti sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan merupakan gejala klasik yang bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit jantung. Tetapi gejala tersebut juga bisa ditemukan pada kondisi yang tidak berkaitan dengan jantung,” ujar Dr Edgar.
Jangan Anggap Sesak Napas sebagai Hal Biasa
Salah satu petunjuk yang perlu diperhatikan adalah kapan gejala tersebut muncul dan bagaimana perkembangannya.
Menurut Dr Edgar, keluhan yang muncul atau semakin berat saat melakukan aktivitas fisik patut mendapat perhatian. Terlebih jika kemampuan beraktivitas terus menurun dari waktu ke waktu.
Misalnya, seseorang yang sebelumnya masih mampu berjalan atau berlari sejauh 100 meter tanpa masalah, tetapi beberapa waktu kemudian baru berjalan 50 meter sudah merasa sesak. Penurunan kemampuan seperti ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah yang perlu diperiksa.
“Penyakit jantung cenderung berkembang seiring waktu. Kalau sebelumnya seseorang mengalami sesak setelah berlari 100 meter, kemudian sesaknya semakin berat hingga hanya mampu berjalan 50 meter sebelum merasa sesak, ada perkembangan gejala yang perlu diperhatikan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak menunggu sampai keluhan menjadi berat. Jika gejala menetap atau tidak membaik selama beberapa minggu, pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk mencari penyebabnya.
Sebab, menurut Dr Edgar, membedakan gejala akibat penyakit jantung dan kondisi lain hanya berdasarkan keluhan terkadang tidak cukup. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Katup Jantung Ibarat Pintu yang Mengatur Aliran Darah
Untuk memahami penyakit katup jantung, bayangkan jantung memiliki sejumlah pintu yang mengatur keluar-masuknya darah.
Katup tersebut memastikan darah mengalir dalam satu arah. Ketika katup mengalami kerusakan, gangguan dapat terjadi dalam dua bentuk utama: katup tidak dapat membuka dengan sempurna atau tidak dapat menutup dengan sempurna.