- Mayapada Hospital Tangerang mengembangkan gedung baru berlantai sembilan yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027.
- Gedung baru tersebut menyediakan layanan kanker terpadu lengkap dengan teknologi Digital PET Scan serta fasilitas medis pendukung lainnya.
- Mayapada Healthcare menjalin kolaborasi strategis dengan Apollo Hospitals India guna memperkuat keahlian medis dan subspesialisasi penanganan kanker.
Suara.com - Penanganan kanker tidak berhenti pada pemberian obat atau tindakan medis setelah seseorang dinyatakan mengidap penyakit tersebut. Perjalanan pasien dapat mencakup sejumlah tahapan, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penentuan terapi, pengobatan hingga perawatan lanjutan.
Karena itu, layanan kesehatan yang terintegrasi menjadi penting agar berbagai tahapan tersebut dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Pasien juga tidak perlu menghadapi perjalanan pengobatan seorang diri, terutama ketika membutuhkan penanganan dari sejumlah dokter spesialis dan subspesialis.
Hal inilah yang menjadi perhatian dalam pengembangan layanan kanker di Mayapada Hospital Tangerang (MHTG). Rumah sakit tersebut tengah mengembangkan Oncology Center yang akan menjadi bagian dari gedung keempat MHTG dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.
Sebagian besar area gedung baru seluas 7.643 meter persegi tersebut akan didedikasikan untuk layanan kanker terpadu. Fasilitasnya mencakup deteksi dini, diagnosis, penentuan terapi, pengobatan hingga perawatan lanjutan.
Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah layanan Kedokteran Nuklir dengan teknologi Digital PET Scan. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengevaluasi penyebaran kanker sekaligus memantau respons pasien terhadap pengobatan.
Selain itu, tersedia mamografi, poliklinik onkologi, kemoterapi rawat jalan hingga ruang rawat inap khusus pasien kanker. Layanan tersebut nantinya terintegrasi dengan radioterapi menggunakan Linear Accelerator (LINAC) yang telah tersedia di MHTG sejak 2023.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, mengatakan penanganan kanker maupun kasus medis kompleks membutuhkan lebih dari sekadar teknologi.
“Penanganan kanker maupun kasus medis kompleks lainnya membutuhkan lebih dari sekadar teknologi canggih, tetapi juga keahlian medis dan kolaborasi lintas spesialis yang kuat,” ujar Navin.
Menurutnya, fasilitas baru tersebut akan diintegrasikan dengan layanan yang sudah tersedia di tiga gedung MHTG. Dengan begitu, penanganan pasien diharapkan dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan terkoordinasi.
Kolaborasi juga dilakukan melalui Tumor Board, yakni forum yang mempertemukan dokter spesialis dan subspesialis untuk berdiskusi dalam menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.
Pendekatan ini menjadi penting karena setiap pasien kanker dapat memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
Tak hanya dari sisi medis, perjalanan pasien juga membutuhkan pendampingan. MHTG menyiapkan Patient Navigator untuk membantu pasien dan keluarga memahami serta menjalani setiap tahapan perawatan dengan lebih terarah.
Hospital Director Mayapada Hospital Tangerang, dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS, FISQua, CHQP, mengatakan pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang berpusat pada pasien.
“Perjalanan pengobatan kanker tidak sederhana. Karena itu, Oncology Center di MHTG dirancang agar pasien dapat menjalani berbagai tahapan pemeriksaan hingga pengobatan dalam satu fasilitas yang lebih nyaman dan terkoordinasi,” kata dr. Ita.
Pengembangan layanan kanker tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Apollo Hospitals India, termasuk transfer keahlian medis, pengembangan layanan subspesialisasi, serta penerapan praktik berbasis bukti ilmiah.
Sementara itu, Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menyebut pengembangan gedung baru bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan.
“Seiring meningkatnya kebutuhan penanganan kanker yang semakin kompleks, kami terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit agar semakin banyak pasien dapat memperoleh layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri,” ujar Jonathan.
Gedung keempat MHTG sendiri telah mencapai tahap topping off setelah pembangunan berlangsung sekitar 10 bulan sejak groundbreaking pada Desember 2025. Gedung yang terdiri dari sembilan lantai dan satu basement tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.