- Angeline asal Rembang dan Keenan dari Sumbawa mendapatkan fasilitas rumah singgah saat menjalani pengobatan medis jauh dari rumah.
- Yayasan Ronald McDonald House Indonesia telah mendampingi lebih dari 22.500 keluarga pasien anak melalui penyediaan rumah singgah selama 15 tahun.
- Fasilitas rumah singgah tersebut memberikan dukungan tempat tinggal dan rasa kebersamaan bagi keluarga pasien anak yang sedang berjuang.
Ketua Yayasan Ronald McDonald House Indonesia Caroline Djajadiningrat mengatakan, kehadiran keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatan anak.
“Pembaruan identitas ini menjadi momentum bagi kami untuk menegaskan kembali komitmen Yayasan Ronald McDonald House Indonesia yang sejak awal ditujukan untuk memastikan keluarga dapat tetap bersama saat anak menjalani masa pengobatan yang penuh tantangan,” ujar Caroline.
Menurut dia, pengalaman selama 15 tahun menunjukkan bahwa kebutuhan keluarga pasien bukan hanya berkaitan dengan pengobatan. Mereka juga membutuhkan dukungan agar dapat tetap mendampingi anak tanpa harus menghadapi seluruh beban seorang diri.
Saat ini, empat rumah singgah beroperasi di Jakarta dan Denpasar dengan total 111 kamar. Ke depan, yayasan juga menyiapkan perluasan layanan ke Surabaya dan Lampung.
Namun, di balik berbagai angka dan fasilitas tersebut, ada satu hal yang jauh lebih sederhana: kesempatan bagi seorang anak untuk tetap melihat orang tuanya berada di sisi mereka ketika sedang berjuang untuk pulih.
Sebab bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit, terkadang kekuatan terbesar bukanlah sesuatu yang besar. Cukup dengan mengetahui bahwa mereka tidak sendirian.