- Kementerian Kesehatan menyatakan penimbangan balita di Posyandu berfungsi memantau pertumbuhan dan mendeteksi dini gangguan kesehatan anak.
- Gerakan SATU HATI oleh MY BABY bersama Indomaret menyelenggarakan edukasi pijat bayi di 10 titik Posyandu Indonesia.
- Program kolaborasi tersebut melibatkan lebih dari 3.000 ibu dan anak guna mendampingi orang tua merawat buah hati.
Suara.com - Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan, termasuk stunting. Karena itu, orang tua perlu membawa balita ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat dipantau secara berkala.
Kementerian Kesehatan RI melalui laman Ayo Sehat menjelaskan bahwa penimbangan balita di Posyandu berperan dalam memantau pertumbuhan sekaligus membantu menemukan tanda-tanda masalah kesehatan anak sejak dini.
Pemantauan tersebut penting terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga kebutuhan gizi, kesehatan, dan pengasuhannya perlu mendapat perhatian.
Selain memastikan asupan gizi, orang tua juga perlu memahami cara memberikan stimulasi dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Interaksi sehari-hari, termasuk sentuhan lembut saat merawat bayi, dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Sentuhan lembut menjadi bagian dari perawatan bayi
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam pembahasannya mengenai baby spa turut mengulas stimulasi pijat bayi dan berbagai manfaat yang dikaitkan dengannya. Meski demikian, pijat bayi perlu dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak menggantikan pemenuhan kebutuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, maupun pemantauan tumbuh kembang secara rutin.
Bagi orang tua, momen memijat bayi dapat menjadi kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan anak. Kenyamanan bayi dan keamanan selama proses perawatan tetap perlu menjadi perhatian, termasuk menyesuaikan sentuhan dengan kondisi serta respons bayi.
Di sisi lain, edukasi bagi orang tua dan dukungan lingkungan juga diperlukan agar ibu semakin percaya diri dalam merawat anak. Posyandu dapat menjadi ruang bagi keluarga untuk memperoleh informasi kesehatan, memantau pertumbuhan balita, serta berkonsultasi dengan kader dan tenaga kesehatan.
Edukasi perawatan bayi melalui kegiatan Posyandu
Salah satu inisiatif yang turut menghadirkan edukasi perawatan bayi di masyarakat adalah gerakan SATU HATI atau Sentuhan Lembut Anak Sehat Indonesia yang digagas MY BABY.
Melalui program ini, rangkaian kegiatan Posyandu digelar di 10 titik di Indonesia dengan melibatkan lebih dari 3.000 ibu dan anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pengurus dan kader Posyandu setempat, ritel modern Indomaret, serta pemerintah daerah.
Selain mendukung kegiatan Posyandu, program ini memperkenalkan edukasi pijat bayi sebagai bagian dari perawatan harian dan upaya membangun kedekatan antara ibu dan anak.
Managing Director Brand Creative Content & Communication Cosmetics, Consumers & Health Care Tempo Scan Group, Audrey Gandadjaja, mengatakan gerakan SATU HATI bertujuan menghadirkan edukasi sekaligus mendampingi ibu agar lebih percaya diri dalam merawat anak.
Melalui edukasi kesehatan, pemantauan rutin di Posyandu, serta perawatan yang sesuai dengan kebutuhan bayi, orang tua diharapkan dapat lebih memahami langkah-langkah yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.