5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi tangan bersih. (Freepik)
BACA 10 DETIK
  • Menjaga kebersihan tangan di sekolah penting untuk membantu mengurangi risiko penyebaran kuman dan membiasakan anak hidup sehat sejak dini.
  • Kebiasaan ini dapat dibangun melalui cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, penyediaan fasilitas kebersihan, serta edukasi yang konsisten dari guru dan orang tua.
  • Dukungan lingkungan sekolah dan teman sebaya juga membantu anak menerapkan kebiasaan tangan bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Suara.com - Menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu kebiasaan penting yang perlu diterapkan anak selama beraktivitas di sekolah.

Mulai dari sebelum makan, setelah menggunakan toilet, hingga usai bermain di luar kelas, tangan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran kuman penyebab penyakit.

Lingkungan sekolah menjadi tempat anak berinteraksi dengan banyak orang dan menyentuh berbagai benda, seperti meja, gagang pintu, alat tulis, hingga perlengkapan bermain.

Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan tangan perlu dibangun sejak dini agar anak lebih terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membiasakan anak menjaga kebersihan tangan di sekolah.

Pertama, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Anak perlu memahami bahwa mencuci tangan tidak hanya dilakukan ketika tangan terlihat kotor, tetapi juga pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

Kedua, ajarkan cara mencuci tangan yang benar. Anak perlu membersihkan seluruh bagian tangan, termasuk telapak, punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, dan ujung kuku.

Proses mencuci tangan sebaiknya dilakukan selama sekitar 20 detik sebelum dibilas hingga bersih.

Ketiga, sediakan fasilitas kebersihan yang mudah dijangkau. Ketersediaan air mengalir, sabun, dan tempat mencuci tangan yang memadai dapat membantu anak menerapkan kebiasaan tersebut secara mandiri.

Keempat, gunakan hand sanitizer pada situasi yang sesuai. Ketika sabun dan air mengalir tidak tersedia, hand sanitizer berbahan dasar alkohol dengan kadar minimal 60 persen dapat menjadi alternatif.

Namun, jika tangan terlihat kotor atau berminyak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir tetap menjadi pilihan utama. Penggunaannya pada anak juga perlu disesuaikan dengan usia dan pengawasan orang dewasa.

Kelima, jadikan kebersihan tangan sebagai kebiasaan bersama. Guru dan orang tua dapat memberikan contoh serta mengingatkan anak secara konsisten. Teman sebaya juga bisa berperan dalam menciptakan lingkungan yang saling mendukung penerapan kebiasaan hidup bersih.

Program Gerakan Tangan Bersih di Sekolah. (Dok. Ist)

Upaya membangun kebiasaan tersebut turut dilakukan melalui program Gerakan Tangan Bersih di SDN 20 Utan Kayu Selatan dan SDN 02 Mampang Prapatan, Jakarta, pada 13 dan 15 Oktober 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan Enesis Group melalui brand Antis dalam rangka memperingati Global Handwashing Day atau Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan, cara mencuci tangan yang benar, serta penggunaan hand sanitizer sebagai pelengkap kebiasaan mencuci tangan.

Program ini turut melibatkan 10 siswa yang dipilih sebagai Duta Kelas. Mereka bertugas menyampaikan kembali pesan Gerakan Tangan Bersih kepada teman-teman sekelasnya.

Melalui edukasi, keteladanan, dan dukungan fasilitas, kebiasaan menjaga kebersihan tangan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Konsistensi penerapan kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang lebih bersih dan mendukung kesehatan anak.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com