- PT Parkland World Indonesia menutup pabrik di Lebak, Banten, akibat tidak memperpanjang masa kontrak sewa gedung.
- Penghentian operasional pabrik tersebut menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap 1.100 tenaga kerja secara bertahap hingga Oktober 2026.
- Manajemen merelokasi produksi ke Jawa Tengah atau Jawa Timur demi mengejar efisiensi biaya akibat disparitas upah minimum.
Suara.com - Produsen alas kaki milik investor asal Korea Selatan, PT Parkland World Indonesia (PWI), resmi menghentikan seluruh kegiatan operasional pabriknya di Kabupaten Lebak, Banten. Penutupan fasilitas produksi ini mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.100 tenaga kerja.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Rully Chaeruliyanto, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional dipicu oleh berakhirnya masa kontrak sewa gedung pabrik yang tidak diperpanjang oleh manajemen.
Gelombang penyesuaian jumlah pekerja dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun 2025 dan berlanjut hingga fase akhir pada Jumat (23/10/2026).
Rencana Relokasi dan Faktor Disparitas Upah
Pihak manajemen PT PWI merencanakan pemindahan seluruh unit produksi ke wilayah lain di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah atau Jawa Timur, dengan memanfaatkan lahan yang sudah dimiliki oleh perusahaan.
Kecenderungan relokasi industri padat karya dari kawasan Banten dan Jawa Barat menuju Jawa Tengah umumnya didorong oleh selisih Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Standar UMK di wilayah Banten dan Jawa Barat saat ini berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan, sementara rata-rata UMK di Jawa Tengah berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3,4 juta per bulan. Perbedaan beban biaya tenaga kerja ini menjadi pertimbangan efisiensi produksi bagi manufaktur berskala besar.
Disnaker Kabupaten Lebak mengapresiasi langkah kompromistis dari manajemen PT PWI yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban pemenuhan hak-hak normatif serta uang pesangon bagi para pekerja terdampak secara tuntas tanpa menimbulkan perselisihan industrial.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak kini berfokus memicu masuknya investasi baru ke wilayah tersebut guna membendung dampak pengangguran dan menyerap kembali ribuan tenaga kerja lokal.