Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)
BACA 10 DETIK
  • Siloam Hospitals Mampang meraih status New FLS dari IOF pada Jumat, 30 Oktober 2026, untuk mencegah patah tulang berulang.
  • Dr. dr. Wahyuni Dian Purwati menyatakan penanganan patah tulang kini mencakup identifikasi risiko osteoporosis terstruktur setelah pasien pulang.
  • Dr. Dohar A.L. Tobing menjelaskan osteoporosis sering tidak bergejala hingga terjadi patah tulang atau penurunan tinggi badan.

Siloam Hospitals Mampang kemudian memperkuat pendekatan tersebut melalui tujuh program skrining kesehatan tulang, sendi, dan fungsi gerak. Programnya mencakup Skrining Osteoporosis melalui pemeriksaan kepadatan tulang atau Bone Mineral Density (BMD) dan konsultasi dokter orthopaedi.

Ada pula skrining osteoartritis lutut, nyeri punggung bawah, nyeri bahu, serta kaki dan pergelangan kaki dengan pemeriksaan yang disesuaikan kondisi klinis. Selain itu, tersedia Active Life MCU bagi individu aktif dan pegiat olahraga serta skrining berbasis komunitas untuk kondisi seperti skoliosis dan bunion.

Executive Director Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, mengatakan layanan orthopaedi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk mendapatkan pertolongan ketika cedera atau membutuhkan operasi.

“Kami ingin masyarakat melihat layanan orthopaedi bukan hanya sebagai tempat untuk datang ketika mengalami cedera atau membutuhkan operasi. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan lebih awal untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi,” ujar Ratih.

Melalui penguatan FLS, skrining, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan tulang, upaya menjaga tulang diharapkan tidak berhenti pada pengobatan setelah patah tulang terjadi. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kemampuan bergerak, kemandirian, dan kualitas hidup sekaligus mencegah patah tulang berikutnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com